Telkomsel, layanan telekomunikasi digital, telah genap berusia 31 tahun pada 26 Mei lalu.

Perjalanan panjang ini diwarnai berbagai tantangan besar, terutama dalam menjangkau wilayah geografis Indonesia yang luas dari Sabang hingga Merauke.

>>> SpongeBob SquarePants Masih Tayang di 2026 dengan Season 17

Operator ini harus menghadapi tantangan regulasi, keanekaragaman kepadatan penduduk, hingga distribusi perangkat keras ke daerah terpencil.

Hambatan cuaca ekstrem dan keterbatasan jalur transportasi sering memperlambat pemeliharaan serta perbaikan jaringan darurat.

Meski demikian, Telkomsel terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat selama lebih dari tiga dekade.

Transformasi dimulai dengan peluncuran kartuHalo pada 1995 dan simPATI pada 1997, sebelum akhirnya mengadopsi jaringan 3G, 4G/LTE, hingga Hyper 5G.

Saat ini, jumlah pelanggan seluler perusahaan tercatat mencapai sekitar 157,5 hingga 159,4 juta pengguna.

Angka tersebut mengukuhkan posisi Telkomsel sebagai operator jaringan seluler dengan cakupan serta jumlah pengguna terbanyak di Indonesia.

Pencapaian besar dan komitmen jangka panjang ini tidak lepas dari tingkat kepercayaan pelanggan. Kolaborasi dari berbagai pihak turut mendukung posisi perusahaan sebagai pemimpin industri telekomunikasi digital nasional.

Peran BJ Habibie dalam Sejarah Telkomsel

Sejarah beroperasinya teknologi seluler GSM di Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan Bacharuddin Jusuf Habibie. Mantan Presiden RI ini diakui sebagai salah satu founding fathers perusahaan.

Sebelum wafat pada 11 September 2019, Habibie sempat memberikan pesan mendalam bagi seluruh keluarga besar perusahaan pada hari jadi ke-21, 26 Mei 2016.

"Telkomsel adalah anak dan cucu ideologis-intelektual saya. Teruslah memberikan yang terbaik untuk bangsa," kata Habibie.

Pada 14 Juli 1993, sejumlah direksi PT Telkom menghadap Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.