Pemerintah Indonesia memastikan pemantauan ketat terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif bersama otoritas keuangan pada Kamis (4/6/2026).

>>> Menkeu Tegaskan Pelemahan Rupiah Belum Ganggu Pembayaran Utang

Pelemahan rupiah terjadi akibat derasnya arus modal asing yang keluar. Mata uang garuda bahkan sempat menyentuh level Rp18.038 per dolar AS.

Kondisi pasar domestik juga menyeret IHSG yang ditutup merosot 1,58 persen ke level 5.846,94.

Indeks kehilangan 94,12 poin setelah aksi jual bersih oleh investor asing.

>>> BGN Siapkan Skema Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa komunikasi terus berjalan bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pemerintah juga mengimbau masyarakat serta pelaku usaha agar tidak kehilangan optimisme. Prasetyo menambahkan bahwa indikator utama menunjukkan kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini masih dalam posisi yang kuat.

>>> Badan Gizi Nasional Fokus Tingkatkan Kualitas Program Makan Gratis

"Tetapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," tandas Prasetyo.