BGN Siapkan Skema Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T
Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan berbagai skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang lebih efisien, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah ini diambil untuk menghemat anggaran negara tanpa mengorbankan kualitas layanan.
>>> Badan Gizi Nasional Fokus Tingkatkan Kualitas Program Makan Gratis
Salah satu caranya adalah dengan mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah, dapur umum, dan sarana komunitas.
Dengan memanfaatkan infrastruktur yang tersedia, pemerintah berharap dapat memperluas cakupan layanan tanpa harus membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
Alternatif Penghematan Anggaran
Kepala BGN, Nanik, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN pada Kamis (4/6/2026) menyatakan bahwa ada beberapa alternatif untuk mengurangi beban APBN.
"Kita tidak harus membangun dapur baru. Kita bisa menggunakan dapur-dapur yang ada, misalnya kantin sekolah," ujar Nanik.
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan BUMN, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial, serta yayasan peduli gizi.
Meski melakukan penghematan, BGN tetap menempatkan standarisasi operasional dan pengawasan mutu makanan sebagai prioritas utama.
>>> Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Terkait Menteri Keuangan
"Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama," kata Nanik.
Penguatan Tata Kelola dan Sasaran Program
Wakil Kepala BGN, Arumsari, menambahkan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan menjadi fokus pelengkap untuk memastikan transparansi program.
"Kami akan memperkuat integrasi data dan sistem informasi agar setiap kebijakan didukung data yang valid.
Rekomendasi dari lembaga pengawas juga akan menjadi bagian dari penyempurnaan tata kelola," ujar Arumsari.
Penajaman sasaran program kini diarahkan kepada kelompok prioritas, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
>>> Toyota Indonesia Serahkan Tiga Ambulans ke RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang
Intervensi khusus ini merupakan bagian dari strategi nasional jangka panjang dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Update Terbaru
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes Usai Cekik Bek Spanyol
Rabu / 22-07-2026, 10:30 WIB
Film 'The World Before' Karya Yoon Dan-bi Bersaing di Festival Film Toronto
Rabu / 22-07-2026, 10:30 WIB
NCT Wish dan RESCENE Akan Meriahkan Pool Party di Caribbean Bay
Rabu / 22-07-2026, 10:30 WIB
Mensesneg Bocorkan Peluncuran Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
Rabu / 22-07-2026, 10:30 WIB
Pesan Prabowo ke Perwira Remaja: Jangan Tergoda Korupsi
Rabu / 22-07-2026, 10:30 WIB
LRT Jabodebek Alami Gangguan di Cawang, Perjalanan Terlambat 10 Menit
Rabu / 22-07-2026, 10:30 WIB
Update Bursa Transfer Pelatih Super League: 7 Wajah Baru, 2 Lowong
Rabu / 22-07-2026, 10:30 WIB
Indibiz Luncurkan Internet 200 Mbps dan Platform Pijar untuk Digitalisasi Sekolah
Rabu / 22-07-2026, 10:29 WIB
5 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB dengan NFC Mulai Rp1 Jutaan
Rabu / 22-07-2026, 10:29 WIB
Meisya Siregar Ungkap Kronologi Anak Nyaris Tenggelam Terseret Ombak di Bali
Rabu / 22-07-2026, 10:29 WIB
Apa Itu Sepatu Lari Carbon Plate? Ciri, Kelebihan, dan Rekomendasi Merek
Rabu / 22-07-2026, 10:28 WIB
Indonesia Siap Produksi Botulinum Toxin Sendiri, Tak Lagi Impor 100 Persen
Rabu / 22-07-2026, 10:28 WIB
Pompa Air Shimizu Buatan Mana? Ini Asal Usul Nama dan Sejarahnya
Rabu / 22-07-2026, 10:28 WIB







