Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah menyiapkan jabatan baru untuk Nanik Sudaryati Deyang. Hal ini terungkap setelah Nanik mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Pengunduran diri tersebut disampaikan Nanik langsung kepada presiden. Alasannya adalah ia harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

>>> IHSG Berpeluang Tembus 6.400 Hari Ini, Simak Sentimen dan Rekomendasi 5 Saham Pilihan

Meski mundur, Nanik mengaku tetap diminta berkontribusi dalam mengawasi pelaksanaan program-program BGN. "Dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN.

Ini demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkapnya, Rabu (22/7/2026).

Rencana Dewan Pengawas BGN

Nanik mengungkapkan bahwa presiden memiliki rencana membentuk Dewan Pengawas BGN. Dalam skema tersebut, dirinya akan dipercaya mengisi posisi sebagai ketua dewan pengawas.

Apabila rencana itu terealisasi, Nanik diperkirakan tetap memiliki peran strategis dalam memastikan jalannya program BGN. Namun, ia tidak lagi bertanggung jawab atas operasional harian lembaga tersebut.

>>> Nanik S. Deyang Bocorkan Calon Pengganti Kepala BGN: Saya Bisa Jewer Kalau Menyimpang

Nanik mengaku tidak keberatan dengan peran baru itu. Ia bahkan bercanda bahwa dirinya masih siap memberikan masukan, asalkan tidak lagi berurusan langsung dengan pengelolaan anggaran.

"Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tulisnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Nanik masih akan dilibatkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintahan Prabowo.

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi pengganti Nanik di posisi Kepala BGN.

>>> IHSG Berpeluang ke 6.700, Investor Diminta Waspada Koreksi

Namun, pengakuan Nanik menunjukkan bahwa presiden tidak sepenuhnya melepas perannya dan justru menyiapkan jabatan baru agar pengalamannya tetap dapat dimanfaatkan.