Chwalińska mengakui bahwa bertanding secara maraton sejak fase kualifikasi melawan deretan pemain terbaik dunia merupakan tantangan besar yang harus dihadapi di turnamen sebesar Grand Slam.

"Bermain melawan salah satu pemain terbaik di dunia hari demi hari adalah tantangan besar. Tapi ini Grand Slam, jadi saya harus memberikan segalanya dan lebih.

Saya tidak mengeluh sama sekali," tegasnya terkait intensitas jadwal pertandingan yang ia lalui.

Selama jalannya pertandingan melawan Shnaider yang berusia lebih muda, Chwalińska berupaya keras menjaga ketenangan emosinya demi mempertahankan level permainan terbaik di lapangan.

"Kadang saya juga gila...

Tapi saya berusaha mengendalikan diri, karena saya tahu itu cara terbaik bagi saya untuk bermain di level tertinggi.

Saya berusaha tenang, tapi di dalam, ada badai," selorohnya mengenai kondisi mentalnya di tengah laga.

Sebelum memfokuskan strategi untuk menghadapi Mirra Andreeva di laga perebutan juara, petenis bertangan kidal ini memilih untuk menikmati momen keberhasilannya terlebih dahulu.

>>> PBSI dan BNI Dorong Regenerasi Atlet Bulu Tangkis di Indonesia Open 2026

"Saya ingin sedikit menikmati hidup, menikmati hari ini. Lalu saya akan pulih, sehingga di final saya bisa memberikan segalanya," kata Maja Chwalińska menutup keterangannya.