Kadin Dorong Hilirisasi Hasil Hutan Bukan Kayu di Humbang Hasundutan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Kehutanan menggelar diskusi kelompok terfokus secara daring pada Kamis (4/6/2026).
Diskusi ini bertujuan memperkuat ekosistem agroforestry serta hilirisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
>>> Prancis Uji Coba Lawan Pantai Gading Jelang Piala Dunia 2026
Langkah ini diambil untuk memacu pembangunan ekonomi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Forum tersebut mempertemukan jajaran pemerintah, akademisi, pelaku usaha, asosiasi, hingga organisasi masyarakat sipil untuk merumuskan strategi komoditas unggulan.
Potensi Besar Kemenyan, Nilam, dan Damar
Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia Devi Erna Rachmawati menegaskan bahwa pengembangan komoditas seperti kemenyan, nilam, dan damar membutuhkan ekosistem yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Hal ini juga akan memperkuat posisi tawar petani lokal.
"Kadin melihat Humbang Hasundutan memiliki potensi untuk menjadi model pengembangan agroforestry dan hilirisasi HHBK yang terintegrasi dari hulu hingga hilir," ujar Devi Erna Rachmawati.
Pihak Kementerian Kehutanan memberikan perhatian khusus terhadap integrasi antara ekonomi dan lingkungan.
Penasihat utama Menteri Kehutanan Silverius Oscar Unggul menjelaskan bahwa penguatan kemitraan multipihak dan agroforestry merupakan instrumen penting bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
>>> Prancis Jamu Pantai Gading di Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyatakan komitmen penuhnya terhadap program ini. Bupati Oloan P.
Nababan menyebut daerahnya memiliki sejarah panjang sebagai produsen kemenyan dan ingin beralih dari sekadar penghasil bahan mentah.
"Kami ingin potensi tersebut tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi berkembang menjadi industri yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menarik investasi yang berkelanjutan," tegas Oloan P.
Nababan.
Dari perspektif akademis, komoditas hasil hutan bukan kayu dinilai memiliki fungsi ganda yang seimbang.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara Arida Susilowati menambahkan bahwa kemenyan, nilam, dan damar berperan besar dalam konservasi lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta peningkatan cadangan karbon.
>>> PT Dairi Prima Mineral Bagikan 1.400 Bibit Pohon ke Petani di Dairi
"Pengembangan ketiga komoditas tersebut dalam sistem agroforestry mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan produksi dan konservasi," kata Arida Susilowati.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB







