Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan berat sepanjang tahun 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dan nilai tukar rupiah mendekati level Rp 18 ribu per dolar AS.

>>> Aksi Jual Investor Besar Tekan Harga Bitcoin

Kondisi ini membuat neraca pembayaran Indonesia berbalik defisit setelah sebelumnya mencatat surplus. Pelemahan rupiah semakin terasa akibat arus modal asing yang keluar.

Surplus neraca perdagangan juga terus menipis. Pada April 2026, surplus hanya tercatat sebesar US$ 89 juta.

>>> Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Kalahkan Unggulan Malaysia di Indonesia Open 2026

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Para ekonom menilai tekanan pada neraca pembayaran akan berdampak negatif terhadap stabilitas rupiah. Oleh karena itu, langkah menjaga stabilitas menjadi prioritas.

>>> IHSG Anjlok 3,86 Persen ke Level Terendah Sejak 2020

Pemerintah dan otoritas moneter diharapkan mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi gejolak pasar. Stabilitas ekonomi makro harus dijaga agar kepercayaan investor pulih.