Donald Trump berencana menominasikan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat, Blanche, untuk menduduki posisi tetap di Departemen Kehakiman.

Hal ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Rabu.

>>> Timnas U19 Indonesia Taklukkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF U19 2026

Blanche yang kini berusia 51 tahun mengambil alih kepemimpinan setelah Trump memecat Pam Bondi pada April.

Pemecatan Bondi terjadi di tengah ketegangan terkait perilisan berkas terpidana pelecehan seksual anak, Jeffrey Epstein, serta frustrasi karena departemen dinilai kurang tegas terhadap musuh politik Gedung Putih.

Di bawah kepemimpinan Blanche, Departemen Kehakiman menghapus siaran pers terkait kasus serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS.

Departemen juga merilis laporan yang mengutuk penuntutan terhadap aktivis anti-aborsi, serta mengamankan tuntutan pidana bagi Southern Poverty Law Center dan mantan Direktur FBI James Comey.

Meskipun bergerak cepat, Blanche menghadapi penolakan keras dari senator Republik dan beberapa ajudan Gedung Putih.

Protes ini dipicu oleh rencana Departemen Kehakiman untuk membuat dana sebesar US$1,8 miliar bagi korban yang diduga menjadi sasaran persenjataan pemerintah, yang kini rencana tersebut telah dibatalkan.

Pembatalan rencana dana tersebut dikonfirmasi oleh Blanche kepada anggota Kongres minggu ini.

Langkah ini diambil setelah munculnya penentangan bipartisan yang sengit, yang sempat mengancam alokasi paket pendanaan senilai US$72 miliar untuk program penindakan imigrasi Trump.

>>> Denny Goestaf Siap Hadapi Laporan Polisi Clara Shinta

Beberapa anggota parlemen kini mendesak agar larangan penggunaan dana tersebut dikodifikasi ke dalam undang-undang atau didokumentasikan secara tertulis.

Namun, Blanche menyatakan di hadapan anggota Kongres bahwa dirinya tidak akan berkomitmen untuk menuliskan apa pun secara tertulis.