Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp 18.000 per dolar AS.

Ia dengan tegas membantah bahwa kondisi fiskal negara menjadi faktor utama di balik tekanan tersebut.

>>> Nonton Film Masters of the Universe 2026 Sub Indo bukan di LK21 tapi di Bioskop: He-Man Kembali ke Eternia Hadapi Kekuasaan Skeletor

Menurut Purbaya, pergerakan kurs dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipicu oleh sentimen pasar. Ia juga menyoroti maraknya rumor tidak berdasar yang beredar di kalangan pelaku keuangan.

“Penyebabnya adalah munculnya beragam isu dan rumor yang beredar luas di pasar,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menekankan bahwa spekulasi itu tidak mencerminkan fundamental ekonomi nasional.

Bantahan Soal Stress Test Perbankan

Salah satu kabar yang dibantah keras adalah adanya instruksi stress test bagi perbankan dengan skenario rupiah di atas Rp 18.000.

Purbaya memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan disinformasi.

“Ada kabar saya memerintahkan perbankan melakukan stress test jika rupiah menyentuh level Rp 18.000, padahal saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu,” tegasnya.

Kewenangan Bank Indonesia

Purbaya juga mengingatkan soal pembagian wewenang dalam ekonomi makro. Menurutnya, pengelolaan nilai tukar adalah ranah Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter.

Pemerintah memberikan keleluasaan penuh bagi BI untuk mengambil langkah strategis. “Pertama-tama, menjaga nilai tukar adalah yurisdiksi Bank Sentral.

>>> Nonton Download Film Monster Pabrik Rambut (2026) Dibintangi Iqbaal Ramadhan di Bioskop Bukan LK21: Teror Monster di Tempat Mencari Nafkah

Biarkan mereka bekerja terlebih dahulu sesuai fungsinya,” tuturnya.