Liverpool bergerak cepat mengamankan kesepakatan verbal dengan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, pada Selasa kemarin. Pelatih asal Spanyol berusia 44 tahun itu akan menggantikan posisi manajer sebelumnya, Arne Slot.

Kesepakatan ini terjadi setelah Liverpool berpisah dengan Arne Slot pada akhir pekan lalu.

>>> Veda Pratama Kembali Puncaki Klasemen Rookie Moto3 Usai Uriarte Didiskualifikasi

Iraola dinilai sukses setelah membawa Bournemouth finis di peringkat keenam Premier League dan mengamankan tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.

Optimisme Mantan Pemain dan Suporter

Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, melihat penunjukan Iraola sebagai alasan besar bagi publik Anfield untuk optimistis.

"Saya cukup bersemangat karena setelah melihat cara Bournemouth bermain, tidak ada alasan untuk berpikir dia tidak akan menerapkan pendekatan yang sama," kata Murphy.

Murphy menilai gaya bermain berintensitas tinggi sangat dinanti oleh para pendukung. "Dalam hal bermain berani, mengambil inisiatif, menekan lawan dengan intensitas tinggi, dan memainkan sepak bola menyerang," imbuhnya.

Perubahan di kursi kepelatihan ini dipandang sebagai momentum penting untuk mengembalikan keharmonisan antara tim dan basis suporter.

"Ketika basis suporter mulai kecewa terhadap manajer dan cara tim bermain, lalu mulai berbalik menyerangnya, Anda hanya menunda sesuatu yang pada akhirnya akan terjadi juga," ujar Murphy.

Menurutnya, kehadiran pelatih baru akan memicu atmosfer positif di ruang ganti sejak sesi latihan pramusim.

"Saya percaya, Liverpool sekarang berada dalam posisi yang lebih baik, dan itu bukan semata-mata karena kepergian Slot."

Perekrutan ini sekaligus memutus kecemasan awal yang kerap membayangi momentum pergantian manajer di klub besar.

"Merekrut Iraola adalah pilihan terbaik karena para suporter memasuki musim baru dengan harapan dan antusiasme, bukan rasa takut."