>>> Veda Ega Pratama Kembali Puncaki Klasemen Rookie Moto3 2026

Ia mengakui ada kejenuhan yang sempat dirasakan para pendukung setia sepanjang kompetisi musim lalu. "Pada sebagian besar musim lalu, saya tidak bersemangat menonton Liverpool."

Perubahan ini mengembalikan gairah para suporter untuk kembali memadati tribun Anfield. "Saya tidak bersemangat pergi ke Anfield dan tentu saja tidak bersemangat menyambut pramusim maupun awal musim berikutnya.

Apa pun yang terjadi mulai sekarang, saya merasa bersemangat," ungkap Bolster.

Meski menyadari adanya risiko kegagalan, proyek jangka panjang ini dinilai sebagai langkah yang tepat. "Iraola mungkin saja menjadi pengganti yang sempurna.

Bisa juga dalam dua tahun ke depan kami duduk di sini dan mengatakan semuanya tidak berjalan sesuai harapan."

Ekspektasi tinggi kini berada di pundak manajemen untuk segera menyelesaikan proses administrasi kepindahan sang pelatih. "Tetapi, saya menyukai proyek ini, dan itulah yang diinginkan semua suporter," katanya.

Perasaan optimistis juga diiringi kewaspadaan dari suporter lain, Ian Walker, yang mengingatkan beratnya beban sejarah di klub tersebut.

"Saya memiliki perasaan yang bercampur. Gaya bermain musim lalu memang harus segera diubah."

Tekanan dari media massa dan suporter domestik maupun global kerap menjadi batu sandungan bagi manajer terdahulu.

"Namun, pekerjaan ini terbukti terlalu berat bagi sebagian orang, baik dalam hal menjaga konsistensi hasil maupun menghadapi ekspektasi suporter dan tekanan media," ujar Walker.

Ia mencontohkan beberapa nama pelatih besar yang akhirnya harus menyudahi masa bakti mereka di Anfield.

"Saya masih bisa mengingat Roy Hodgson yang frustrasi di bangku cadangan ketika hasil tidak berjalan baik."

Bahkan pelatih legendaris sekelas Jurgen Klopp pun tidak luput dari besarnya energi yang terkuras selama menangani tim.