Rupiah Tembus Rp18.000, Pemerintah Siapkan Skema Barter dengan Filipina
Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan skema perdagangan barter dengan Filipina sebagai respons terhadap tekanan nilai tukar rupiah yang terus melemah.
Langkah ini diambil setelah mata uang garuda menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
>>> CIMB Niaga Kerek CASA ke 74,02% per April, Optimis Tembus Target Akhir Tahun
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa skema barter menjadi alternatif untuk menjaga stabilitas arus barang di tengah depresiasi rupiah dan peso Filipina.
Pernyataan ini disampaikan di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Alasan Skema Barter
Menurut Budi, pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga Filipina. Transaksi menggunakan dolar AS menjadi semakin berat bagi kedua negara.
Oleh karena itu, pemerintah menawarkan sistem pertukaran barang untuk mempermudah perdagangan bilateral. Gagasan ini mulai serius dijajaki setelah pertemuan dengan pengusaha Filipina dalam forum ASEAN.
Proses dan Jadwal
Kementerian Perdagangan telah memetakan calon pembeli potensial dan mengklaim komunikasi berjalan positif. "Karena nilai tukar Filipina juga sedang kurang bagus, kami tawarkan skema barter ini.
>>> Kerusakan Jalan Blora Ditangani, Luthfi Siapkan Pokir untuk Ruas Lain
Saat ini kami sudah mencarikan buyer-nya dan sudah ada kesepakatan awal," jelas Budi.
Penandatanganan kontrak kerja sama dijadwalkan pada 12 Juni 2026. Namun, jenis komoditas yang akan ditukar masih dirahasiakan untuk menjaga stabilitas pasar dan proses negosiasi.
Proyeksi Rupiah
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.03 WIB, rupiah berada di posisi Rp18.003,5 per dolar AS, melemah 37 poin atau 0,21 persen.
Pengamat pasar uang Lukman Leong memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 sepanjang hari.
>>> Bukan Sekadar Nakal: 7 Penyebab Anak Tidak Mendengar, Nomor 5 Paling Umum di 2026
Skema barter dengan Filipina diharapkan menjadi bantalan ekonomi agar sektor ekspor-impor tidak lumpuh. Kerja sama ini akan menjadi proyek percontohan dalam menghadapi tekanan kurs.
Update Terbaru
Ruang Hijau di Desa Menyusut, Tanda Kehilangan Keseimbangan?
Sabtu / 13-06-2026, 01:05 WIB
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Alami Gangguan Akses Bersamaan
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
Tim Uber Indonesia Raih Medali Perunggu Piala Uber 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
PB Akuatik Indonesia Siapkan Atlet Loncat Indah untuk Asian Games 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
Real Madrid Takluk dari Barcelona, Arbeloa Buka Suara soal Cedera Mbappe
Sabtu / 13-06-2026, 01:04 WIB
Review Pasar Papringan Ngadiprono: Wisata Ekobudaya Kreatif di Temanggung
Sabtu / 13-06-2026, 01:01 WIB
PT Timah Bagikan Dividen Rp 656,8 Miliar dari Laba 2025
Sabtu / 13-06-2026, 01:01 WIB
Meta Alami Gangguan Layanan Global pada Facebook dan Instagram
Sabtu / 13-06-2026, 01:01 WIB
Peluang Beasiswa Lulusan D3 ke S1: Akses yang Masih Terbatas
Sabtu / 13-06-2026, 01:01 WIB
CFD Cibinong: Antara Ruang Publik dan Kemacetan Lalu Lintas
Sabtu / 13-06-2026, 01:00 WIB
Kanada Tolak Visa Thomas Partey, Gelandang Ghana Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:00 WIB
Barcelona Kunci Gelar Juara La Liga Usai Tekuk Real Madrid
Sabtu / 13-06-2026, 01:00 WIB
Instagram, Facebook, dan Threads Alami Gangguan Massal Global
Sabtu / 13-06-2026, 00:57 WIB
Merenungkan Kondisi Kelas Menengah di IDE Katadata Future Forum 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:57 WIB






