Rupiah Tembus Rp18.049, BI Genjot Intervensi di Tiga Lini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus merosot hingga menembus level psikologis baru.
Pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026), rupiah berada di posisi Rp18.049 per dolar AS.
>>> ValueMax Siapkan Likuiditas dan Pelatihan Penaksir Hadapi Lonjakan Gadai Musim Sekolah
Angka itu melemah 82,50 poin atau 0,46 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat tekanan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Tekanan Eksternal dan Internal
Memanasnya situasi di Timur Tengah menghambat prospek perdamaian global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia yang bertahan tinggi.
Akibatnya, risiko inflasi global meningkat signifikan.
Ketidakpastian ini membuat investor menarik modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Fenomena capital outflow menjadi salah satu penyebab utama pelemahan rupiah.
Selain faktor eksternal, kebutuhan valuta asing di dalam negeri juga tinggi. Siklus repatriasi dividen tahunan perusahaan dan pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo meningkatkan permintaan dolar AS.
Strategi Intervensi Tiga Lini
Bank Indonesia mengambil langkah intervensi aktif melalui tiga lini utama. Pertama, transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional.
Kedua, transaksi spot langsung di pasar valas domestik untuk menjaga likuiditas. Ketiga, instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk memperkuat stabilitas pasar dalam negeri.
Selain itu, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dan mengoptimalkan struktur suku bunga instrumen moneter.
Langkah ini bertujuan menarik minat investor asing dan menjaga mekanisme pasar tetap berjalan.
>>> Rahasia Seduh Kopi Tubruk Anti Kelat: Rasio, Suhu, dan Waktu yang Tepat
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan intervensi dilakukan secara konsisten. Tujuannya memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai fundamental ekonomi nasional.
Update Terbaru
Apa Itu Major Depression yang Diungkap Tasya Farasya? Kenali Gejala dan Dampaknya
Kamis / 04-06-2026, 17:09 WIB
realme C85 Pro Masih Menarik di Harga Rp3 Jutaan? Simak Kelebihan dan Kekurangannya
Kamis / 04-06-2026, 17:07 WIB
Shia LaBeouf Akui Tiga Dakwaan Penganiayaan, Dihukum Percobaan
Kamis / 04-06-2026, 17:07 WIB
Profil Kania Andjani Sosok yang Resmi Menikah dengan Kadek Arel Pemain Timnas Sepakbola Indonesia: Umur, Agama dan IG
Kamis / 04-06-2026, 17:06 WIB
The Leopards Comeback: RD Kongo Guncang Piala Dunia 2026 Usai 52 Tahun
Kamis / 04-06-2026, 17:04 WIB
Arabika vs Robusta: Tips Memilih Kopi untuk Pemula
Kamis / 04-06-2026, 17:03 WIB
Promo HokBen HUT Bogor: Paket Berdua Rp 54.000 Selama 5 Hari
Kamis / 04-06-2026, 17:02 WIB
10 Langkah Efektif Menghemat Listrik di Rumah dan Menekan Tagihan
Kamis / 04-06-2026, 17:02 WIB
Minyakita Segera Naik, Pemerintah Finalisasi HET Baru Dua Pekan
Kamis / 04-06-2026, 17:00 WIB
Perburuan Tiket BTS di Malaysia: Antrean 1,2 Juta, Fans Rela Berjam-jam
Kamis / 04-06-2026, 16:55 WIB
CIMB Niaga Kerek CASA ke 74,02% per April, Optimis Tembus Target Akhir Tahun
Kamis / 04-06-2026, 16:53 WIB
Kerusakan Jalan Blora Ditangani, Luthfi Siapkan Pokir untuk Ruas Lain
Kamis / 04-06-2026, 16:52 WIB
Bukan Sekadar Nakal: 7 Penyebab Anak Tidak Mendengar, Nomor 5 Paling Umum di 2026
Kamis / 04-06-2026, 16:52 WIB
Bansos Mei 2026: Syarat Ketat dan Pengecekan Mandiri via DTSEN
Kamis / 04-06-2026, 16:45 WIB






