Cape Verde akan menjadi salah satu cerita menarik di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan di Afrika Barat ini untuk pertama kalinya lolos ke putaran final.

Dengan jumlah penduduk di atas 500.000 jiwa, pencapaian ini menjadi bukti perkembangan pesat sepak bola di sana.

>>> Kenali 10 Sinyal Tubuh Saat Ginjal Mulai Bermasalah

Tim yang dijuluki Tubarões Azuis atau Hiu Biru ini tidak diunggulkan untuk melangkah jauh. Namun, status debutan justru memberi mereka keuntungan: bermain tanpa beban dan berpotensi mengejutkan.

Perjalanan Kualifikasi yang Impresif

Langkah Cape Verde menuju Piala Dunia 2026 dijalani dengan performa gemilang. Dalam babak kualifikasi, mereka mencatat tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.

Tiket bersejarah itu direbut setelah mengalahkan Eswatini 3-0 di laga penentu.

Berdasarkan pengundian, Cape Verde tergabung di Grup H bersama raksasa Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Tugas berat menanti, tetapi semangat tinggi membara.

Pelatih Bubista: Arsitek di Balik Kesuksesan

Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin Pedro Leitao Brito, akrab disapa Bubista.

Ia menangani tim nasional sejak 2020 dan sukses mengubah Cape Verde menjadi kekuatan baru di Afrika.

Dedikasinya berbuah gelar Pelatih Terbaik CAF 2025 setelah membawa negaranya lolos ke Piala Dunia.

Di bawah komandonya, Cape Verde dikenal dengan organisasi permainan rapi dan disiplin pertahanan kuat. Ia kerap mengandalkan serangan balik cepat dengan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3.

Ryan Mendes dan Kekuatan Diaspora

Kapten Ryan Mendes menjadi sosok sentral sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional. Mantan pemain Lille dan Nottingham Forest ini memimpin rekan-rekannya yang mayoritas pemain diaspora.