Di sektor hulu, 1,95 juta tenaga kerja petani terlibat dalam rantai pasok.

Kekhawatiran Bahan Baku dan Pangan Terjawab

Pertanyaan mengenai persaingan dengan kebutuhan pangan telah diantisipasi. Industri bioetanol memanfaatkan molase (tetes tebu) yang merupakan hasil samping produksi gula.

Semakin dekat Indonesia dengan swasembada gula, pasokan bahan baku bioetanol semakin melimpah. Bioetanol tidak menjadi beban tambahan, melainkan nilai tambah dari produktivitas tebu nasional.

Produksi tebu nasional tahun 2025 mencapai 39,07 juta ton dengan produktivitas 69,35 ton per hektare.

>>> Apakah Film Monster Pabrik Rambut (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Produksi gula nasional mencapai 2,67 juta ton atau 97,54% dari target swasembada.

Pemerintah optimis produksi gula tahun 2026 mencapai 3 juta ton sehingga Indonesia bebas impor gula putih.

Perpres No. 40 Tahun 2023 mengamanatkan penambahan lahan tebu seluas 700 ribu hektare di Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi, dan Papua.

Infrastruktur dan Industri Bioetanol

Produk Pertamax Green 95 dengan campuran bioetanol sudah tersedia di sekitar 170 SPBU di Pulau Jawa. Jumlah ini akan bertambah hingga 200 unit dalam waktu dekat.

Sejak Juli 2023, pasokan etanol untuk Pertamax Green 95 berasal dari PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto.

Perusahaan anak usaha PTPN I ini mengolah tetes tebu lokal tanpa impor.

Kapasitas produksi Enero mencapai 30 ribu kiloliter per tahun dengan kemurnian 99,9%, di atas standar nasional fuel-grade ethanol (99,2%).

Total kapasitas industri etanol nasional mencapai 300 ribu kiloliter, namun sebagian besar masih kualitas industrial. Diperlukan unit pemurnian tambahan.

Pertamina bersama Sinergi Gula Nusantara telah melakukan groundbreaking pabrik bioetanol baru di Glenmore, Banyuwangi. Pabrik berkapasitas 30 ribu kiloliter per tahun ini ditargetkan rampung dalam 24 bulan.

Proyeksi Masa Depan

Target E10 pada 2028 membutuhkan etanol 1,4 juta kiloliter per tahun. Kapasitas fuel-grade nasional saat ini sekitar 70 ribu kiloliter.

Celah pasokan yang besar justru menjadi peluang investasi dan pembangunan industri baru. Setiap pabrik baru menyerap ribuan tenaga kerja dan memberikan kontribusi pajak.

Dalam satu dekade, klaster industri etanol diharapkan tumbuh merata di seluruh Indonesia. Struktur neraca perdagangan migas akan membaik karena kemandirian struktural.

Program ini juga mendukung target Net Zero Emission 2060. Bioetanol memberikan ketahanan energi yang tidak mudah terganggu konflik geopolitik.

>>> Trionda, Bola Pintar Piala Dunia 2026 yang Siap Ubah Laga

Mandatori E5 adalah langkah awal menuju kemandirian energi. Mulai Juli 2026, setiap pengisian bensin akan mengandung 5% bioetanol hasil bumi sendiri.