Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 2 Juni 2026.

Kenaikan ini terjadi setelah pasar mencatat lonjakan harga yang cukup tajam pada sesi perdagangan sebelumnya.

>>> Rupiah Fluktuatif, Simak 5 Penyebab Utama Nilai Tukar Naik Turun di 2026

Pelaku pasar global saat ini tengah memantau dengan saksama dinamika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Pasalnya, belum ada kepastian mengenai kelanjutan gencatan senjata serta pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Pergerakan Harga Terkini

Berdasarkan data dari Refinitiv pukul 09.15 WIB, harga minyak jenis Brent kini berada di level US$94,98 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat bertengger di angka US$92,16 per barel.

Pergerakan ini meneruskan kenaikan signifikan yang sudah dimulai sejak awal pekan. Brent mengalami kenaikan sebesar 3,18% dari posisi US$92,05 per barel pada akhir Mei lalu.

Di sisi lain, minyak jenis WTI mencatatkan lonjakan yang lebih tajam, yakni mencapai 5,49%.

Harga merangkak naik dari posisi US$87,36 per barel menjadi US$92,16 per barel dalam waktu singkat.

Kenaikan harga kali ini menjadi salah satu yang terbesar sejak eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah memanas kembali.

Meski demikian, posisi harga saat ini sebenarnya masih di bawah level tertinggi yang sempat dicapai pada 20 Mei lalu.

Sebagai perbandingan, pada puncaknya Brent sempat menyentuh angka US$105,02 per barel.

Sedangkan WTI pernah berada di level US$98,26 per barel sebelum akhirnya pasar mengalami koreksi cukup dalam.

Ketidakpastian Hubungan Washington dan Teheran

Perhatian utama investor saat ini masih terfokus pada komunikasi antara Gedung Putih dan pemerintah Iran.