Aksi begal di Kota Bandung semakin meresahkan masyarakat. Hampir setiap hari terjadi, bahkan pada siang hari.

Warga melalui media sosial menyebut Bandung kini menjadi zona merah atau darurat begal.

>>> Bentrok di Adonara Timur: 1 Tewas, 12 Rumah Terbakar

Dalam dua bulan terakhir, sejumlah kasus begal terjadi. Pada awal Mei, seorang kurir paket dibegal di siang hari.

Pertengahan Juni, dua pelaku bersenjata tajam menyerang pengemudi ojek online di Jalan Cikawao.

Pada 14 Juli, seorang warga bernama Azmy menjadi korban begal bermodus debt collector di Jalan BKR, Kecamatan Regol.

Polisi menangkap tiga pelaku dalam waktu kurang dari dua jam.

Dua hari kemudian, seorang pria berinisial U (24) kehilangan telepon genggam di Jalan Babakan Ciparay. Satu pelaku ditangkap, satu masih diburu.

>>> Andry Hakim Pertahankan Kepemilikan 5,07% di CBRE Jelang Rights Issue

Terbaru pada Jumat (17/7), seorang pria terluka saat mempertahankan barang berharganya dari komplotan begal di kawasan Kampus Maranatha, Sukajadi.

Polisi Tingkatkan Patroli

Polrestabes Bandung mengakui aksi begal kembali marak. Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Supriyadi mengatakan pihaknya menerima banyak masukan dari masyarakat.

Polisi meningkatkan patroli malam melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Setiap polsek menempatkan personel di empat hingga lima titik rawan, terutama pada jam-jam dini hari.

Dedi menegaskan akan menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan. Masyarakat diminta menghubungi 110 jika merasa terganggu.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memerintahkan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku begal, dengan tetap menghormati hak asasi manusia.

>>> Gus Nur Klaim Pernah Ditawari Rp3 Miliar untuk Akui Ijazah Jokowi Asli

Pipit yang baru dilantik mengatakan pemberantasan begal menjadi prioritas utama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi untuk menekan kejahatan jalanan.