Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses pembicaraan dengan pihak Iran masih terus berlangsung hingga kini.

Pernyataan optimis dari pihak Amerika Serikat ini muncul di tengah laporan media lokal Iran, Tasnim.

Media tersebut mengabarkan bahwa Teheran justru telah menghentikan proses negosiasi tidak langsung dengan Washington.

>>> BianGindas Rilis Album Engkaulah Nyawaku, Persembahan Spesial untuk Penggemar

Perbedaan informasi yang bertolak belakang ini memicu volatilitas harga minyak tetap berada di level yang tinggi.

Trump sendiri berharap kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz bisa tercapai dalam kurun waktu satu pekan ke depan.

Situasi ini berdampak besar pada stabilitas energi dunia karena peran strategis Selat Hormuz.

Jalur pelayaran ini merupakan rute vital yang melayani sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Selama konflik berlangsung, Iran secara efektif membatasi sebagian besar aktivitas kapal tanker komersial di kawasan Teluk Persia.

Hal ini menyebabkan kekhawatiran serius terkait ketersediaan pasokan energi global bagi negara-negara konsumen.

Faktor Pendukung Penguatan Harga

Analis KCM Trade, Tim Waterer, berpendapat bahwa pasar masih menantikan bukti konkret dari kemajuan meja perundingan.

Premi risiko akan terus melekat pada harga minyak selama ancaman gangguan di Selat Hormuz masih nyata.

Selain masalah geopolitik, terdapat beberapa faktor fundamental yang ikut mendorong kenaikan harga minyak.

Prediksi penurunan cadangan minyak mentah Amerika Serikat sebesar 3,6 juta barel menjadi salah satu pemicu.

Meningkatnya permintaan dari kilang-kilang di Asia dan Eropa sebagai antisipasi gangguan pasokan juga turut berperan.

Rekor ekspor minyak mentah AS yang mencapai 5,6 juta barel per hari sepanjang bulan Mei menjadi faktor tambahan.

Upaya negara-negara konsumen dalam mencari alternatif pasokan di luar kawasan Timur Tengah ikut mendorong harga.

Penurunan stok minyak di AS menjadi sinyal kuat bahwa permintaan pasar tetap tinggi di tengah ketidakpastian global.

Jika data resmi mengonfirmasi penyusutan stok ini, harga minyak berpotensi mendapatkan dukungan tambahan. Kondisi pasar saat ini juga diperumit dengan upaya kilang global mencari sumber energi pengganti.

>>> Viral: Komplotan Pencuri Durian Diarak Warga Sambil Bawa Barang Bukti

Gangguan pengiriman dari Timur Tengah memaksa para pengusaha kilang beralih ke minyak mentah asal Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk mengamankan operasional mereka di tengah ketidakpastian pasokan.