Harga Bitcoin mengalami pembalikan pada Kamis (4/6/2026) setelah sempat merosot tajam ke level terendah dalam empat bulan terakhir.

Pada perdagangan awal di Singapura, Bitcoin jatuh 5,5 persen ke US$ 61.322, level terendah sejak 6 Februari 2026.

>>> Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Hartadinata Naik 4 Juni 2026

Namun, aset kripto tersebut berhasil bangkit ke kisaran US$ 64.200 pada pukul 13.35 waktu setempat.

Fluktuasi tajam ini menunjukkan bahwa level US$ 63.000 menjadi titik dukungan krusial yang dipantau ketat oleh pelaku pasar.

Chief Investment Officer Ericsenz Capital Damien Loh mengatakan banyak investor berspekulasi harga akan terus turun, tetapi posisi mereka segera terlikuidasi saat harga mulai berbalik naik.

Penurunan Bitcoin dipicu oleh aksi penjualan aset senilai US$ 2,5 juta oleh Strategy Inc. milik Michael Saylor, yang mengguncang kepercayaan pasar.

>>> Zurich Entrepreneurship Program Cetak 35 Bisnis Pelajar dan Raup Omzet Rp339 Juta

Tekanan juga datang dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Nilai Bitcoin saat ini telah tergerus hampir setengahnya sejak mencapai rekor tertinggi di atas US$ 126.000 pada Oktober 2025.

Berdasarkan data CoinGlass, sekitar US$ 1,3 miliar posisi bullish lenyap dalam 24 jam terakhir.

Selain itu, arus keluar dana dari ETF Bitcoin yang terdaftar di AS mencapai rekor negatif selama 13 sesi berturut-turut dengan total penarikan US$ 4,4 miliar.

>>> Moody's Beri Peringkat Baa2 ke Danantara Investment Management dengan Outlook Negatif

Kondisi serupa juga dialami Ether, aset kripto terbesar kedua, yang sempat menyentuh level terendah sejak April 2025 sebelum ikut membalikkan arah pergerakannya.