Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) yang diinisiasi oleh Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia mencatat pencapaian signifikan pada tahun pertama fase kedua.

Program ini berhasil menjangkau lebih dari 10.000 pelajar SMA dan SMK di tujuh kota, melonjak 164% dari target awal.

>>> Moody's Beri Peringkat Baa2 ke Danantara Investment Management dengan Outlook Negatif

Selain perluasan jangkauan, ZEP juga memicu berdirinya 35 unit bisnis baru yang dikelola oleh pelajar. Puluhan usaha mikro berbasis sekolah tersebut membukukan omzet kolektif hingga Rp339 juta.

Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menilai keberhasilan ZEP menjadi bukti meningkatnya ketertarikan institusi pendidikan terhadap metode experiential learning.

"Kami melihat guru secara aktif memperluas implementasi program karena siswa menjadi lebih terlibat ketika belajar melalui praktik langsung, mulai dari membangun usaha, mengelola keuangan, hingga memahami dunia kerja," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/6/2026).

Menurut Utami, metode ini tidak hanya mendongkrak keterlibatan siswa, tetapi juga melatih keterampilan esensial seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kerja sama tim.

Berjalan sejak Juli 2025, ZEP menggabungkan materi kesiapan kerja, literasi keuangan, dan kewirausahaan.

>>> Pranjs vs Pantai Gading: Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Dunia 2026

Peserta diarahkan untuk merancang ide bisnis, menyusun rencana kerja, mengeksekusi usaha mikro di sekolah, serta mendalami manajemen risiko keuangan.

Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, menegaskan bahwa dunia pendidikan harus membekali generasi muda dengan keahlian praktis yang aplikatif.

"Melalui Zurich Entrepreneurship Program, kami ingin membantu siswa membangun kepercayaan diri, kemampuan membaca peluang, dan pengambilan keputusan finansial yang lebih baik.

Capaian tahun pertama ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat memberikan dampak nyata," katanya.

Fase kedua ZEP direncanakan terus bergulir dan diperluas hingga tahun 2028.

>>> Timnas Spanyol Hadapi Irak Tanpa Sejumlah Pemain Pilar

Langkah ini bertujuan memfasilitasi lebih banyak siswa, memperkuat kompetensi guru, serta mengoptimalkan peran sukarelawan demi mencetak generasi muda yang adaptif di dunia kerja.