Dunia akademik diguncang pengakuan seorang pemuda bernama Rifaldy Fajar. Ia secara terbuka mengakui telah mencatut nama Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) dalam puluhan karya riset fiktif.

Rifaldy memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram resmi LP2M UMB. Ia mengaku telah memasukkan nama institusi tersebut ke dalam 51 karya riset palsu tanpa izin.

>>> Arsenal Salip Barcelona dalam Perburuan Julian Alvarez

Pencatutan identitas juga melibatkan anggota keluarganya sendiri. Sekitar 15 karya mencantumkan nama ibu kandungnya, Elfiany Syafruddin, sebagai peneliti pertama dengan afiliasi UMB.

Rifaldy menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada pihak UMB. Ia menyadari pencatutan nama kampus dilakukan sepihak dan menjadi kesalahan fatal dalam karier akademiknya.

Rincian Karya Riset Palsu

  • 15 karya mencantumkan nama ibu kandung sebagai penulis utama.
  • 36 karya lainnya menempatkan nama tersebut sebagai penulis kedua, ketiga, atau keempat.
  • Total 51 judul karya ilmiah mencatut nama individu dan institusi.

Data riset menunjukkan skala pemalsuan yang cukup besar dalam waktu relatif singkat. Rifaldy menegaskan rekapitulasi data ini baru ia selesaikan beberapa hari sebelum mendatangi pihak UMB.

Tujuan utama aksi ini adalah mendapatkan keuntungan finansial dan fasilitas perjalanan. Ia menggunakan nama UMB dan ibu kandungnya sebagai syarat untuk memperoleh travel grant menghadiri konferensi luar negeri.

Aksi pencatutan telah berlangsung sejak 2024 hingga rencana kegiatan 2025. Beberapa kegiatan dijadwalkan pada awal 2026, namun pendaftaran riset sudah dilakukan sejak akhir 2025.

Pemanfaatan AI untuk Merekayasa Riset

Rifaldy menjelaskan metode yang ia gunakan agar lolos seleksi konferensi dunia. Ia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara masif untuk menyusun draf penelitian tanpa riset lapangan.