Peneliti BRIN Bantah Terlibat Riset Palsu, Klarifikasi Nama Dicatut
Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Dimas Fajar Prasetyo, angkat bicara setelah namanya muncul dalam publikasi ilmiah yang diduga palsu.
Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam riset berjudul "Which Should Come First: Oxygen Expansion or Pneumococcal Vaccination for Frail, Comorbid Older Adults in LMIC Cities?"
Dalam keterangan tertulis pada 4 Juni 2026, Dimas menyatakan identitasnya dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab.
Ia mengaku tidak mengenal rekan penulis yang namanya tercantum, seperti Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, dan Ayuni Kemala Safira.
Keahlian Berbeda dengan Topik Riset
Dimas menjelaskan bahwa bidang keahliannya di BRIN adalah Teknik Sistem Kelautan dan Lepas Pantai (Offshore and Marine Systems Engineering).
Topik kesehatan dalam riset palsu tersebut sangat jauh dari rekam jejak akademik dan profesionalnya.
Ia berkomitmen menjaga integritas sebagai akademisi dengan fokus pada kepakarannya. Latar belakang pendidikannya di bidang perkapalan membuat pencantuman namanya dalam riset medis dinilai tidak masuk akal.
Pihak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut memberikan klarifikasi. Mereka menemukan ketidaksesuaian data terkait nama departemen yang dicantumkan dalam artikel tersebut.
>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 5 - 7 Juni 2026
ITS menegaskan bahwa nama "School of Biomedical Engineering" tidak pernah ada dalam struktur organisasi resmi kampus. Departemen yang benar adalah Departemen Teknik Biomedik atau Biomedical Engineering.
Kampus memastikan tidak ada dosen, mahasiswa, atau staf yang terlibat dalam riset tersebut. Fasilitas laboratorium ITS juga tidak pernah digunakan untuk penelitian yang dimaksud.
Meski namanya dicatut, ITS membenarkan bahwa Dimas merupakan alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan. Namun, pencantuman namanya dalam riset dilakukan tanpa izin.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, menekankan pentingnya etika penelitian dan kejujuran ilmiah. Ia mendukung penuh investigasi untuk mengungkap kebenaran di balik pemalsuan publikasi internasional ini.
Kasus ini semakin serius setelah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberi sinyal akan menempuh jalur hukum.
>>> Ending Film Masters of the Universe 2026, Apakah Bakal Lanjut Musim Kedua?
Langkah tegas tersebut diambil untuk melindungi ekosistem riset Indonesia dari praktik penipuan publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Update Terbaru
Baca Jadwal Nano Machine Chapter 318 Bahasa Indonesia, Kejutan Besar! Siap Rilis Hari Ini
Rabu / 22-07-2026, 08:00 WIB
Lego Rilis Set X-Files: Kantor Mulder dan UFO dalam Satu Paket
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Blizzard Rilis Patch Baru Heroes of the Storm, Warganet Terkejut Game Ini Masih Didukung
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Hunter Goodman Incaran Sejumlah Kontestan Playoff MLB
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Petugas Padamkan Kebakaran Hutan di Oregon Tengah yang Meluas hingga Ribuan Hektare
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Venezuela Mulai Rekonstruksi Perumahan Pasca Gempa di La Guaira
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Trailer Captain Tsubasa 2: World Fighters Perkenalkan Tim Korea Selatan
Rabu / 22-07-2026, 07:45 WIB
California Percepat Mitigasi Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Pemotongan Dana
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Little League Diskualifikasi Tim Softball Tulsa karena Pelanggaran Eligibilitas
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Daftar Harga HP Samsung Baru dan Bekas per Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Diskon 50% Tiket MotoGP Mandalika 2026 Khusus Warga NTB, Mulai Rp200 Ribu
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS Skema B
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Jeana Keough Tak Bisa Makan Dua Pekan Akibat Kanker Lidah
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Danny Trejo Tak Terduga Bertemu Keponakan di TMZ Brunch Bus
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB







