Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor penurunan peringkat utang Indonesia oleh S&P Global Ratings. Ia menyebut kabar tersebut tidak berdasar.

Purbaya menyatakan fundamental ekonomi nasional masih terjaga. Klarifikasi ini disampaikan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

>>> Premi Asuransi Jiwa Tradisional Terkoreksi 2,9% Kuartal I-2026, Ini Penyebab Terbarunya

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah dijadwalkan bertemu perwakilan S&P secara resmi pada malam harinya. Oleh karena itu, rumor penurunan peringkat dinilai terlalu dini.

"Saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang muncul begitu saja," tutur Purbaya kepada media. Ia heran dengan dinamika rumor yang berkembang.

Purbaya menceritakan bahwa begitu pihak S&P diketahui berkunjung ke Indonesia, pasar langsung bereaksi. Padahal, pertemuan formal belum sempat dilaksanakan.

Dampak Rumor terhadap Pasar Keuangan

Rumor penurunan peringkat utang memicu sentimen negatif bagi pelaku pasar modal dan keuangan. Tekanan terlihat dari pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut terdampak dan mengalami fluktuasi. Ketidakpastian informasi menjadi pemicu utama.

Purbaya menambahkan bahwa ia sudah melakukan komunikasi awal dengan S&P saat berada di Washington DC, Amerika Serikat.

Dari diskusi tersebut, ia menangkap sinyal positif.

"Kalau melihat kondisi fiskal kita secara objektif, saya sih merasa tidak ada masalah sama sekali," ujar Purbaya. Ia memastikan pemerintah terus mengelola anggaran secara disiplin dan transparan.

>>> Gaji ke-13 PNS 2026 Resmi Cair, Cek Jadwal dan Ketentuan Langsung Masuk Rekening

S&P Beri Peringkat untuk PT Danantara Investment Management

Di tengah isu penurunan rating, S&P justru merilis peringkat kredit untuk PT Danantara Investment Management (DIM). Lembaga tersebut memberikan peringkat jangka panjang 'BBB' dan jangka pendek 'A-2'.