Ia memperingatkan adanya sejumlah risiko eksternal yang harus terus dipantau secara saksama.

Beberapa tantangan tersebut mencakup kondisi perdagangan global yang masih fluktuatif serta ketidakpastian situasi geopolitik dunia. Faktor-faktor ini berpotensi memengaruhi kelancaran arus barang antarnegara secara mendadak.

Kendala utama yang perlu diwaspadai sepanjang tahun 2026 meliputi ketidakpastian geopolitik yang dapat mengganggu jalur pelayaran internasional.

Fluktuasi nilai tukar mata uang juga berdampak pada nilai premi dan klaim di sektor perdagangan luar negeri.

>>> Bunga Zainal Akui Perkenalkan Penipu ke Suami, Rumah Tangga Sempat Ribut

Proses adaptasi terhadap kebijakan ekspor satu pintu yang baru saja diterapkan pemerintah menjadi tantangan tersendiri. Dinamika regulasi perdagangan internasional yang terus berubah juga perlu diantisipasi.

Dody secara khusus menyoroti masa transisi kebijakan ekspor satu pintu yang dikelola melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Implementasi kebijakan ini menjadi faktor krusial yang akan memengaruhi ritme bisnis asuransi pengangkutan.

Target dan Realisasi Kinerja Asei

Dody memperkirakan pertumbuhan bisnis marine cargo pada 2026 akan tetap berada di zona positif.

Namun, pencapaian tersebut sangat bergantung pada seberapa lancar implementasi regulasi baru dan dinamika pasar internasional.

Ia mengakui bahwa saat ini porsi portofolio asuransi pengangkutan di Asuransi Asei belum memberikan kontribusi yang sangat dominan.

Walaupun demikian, lini bisnis ini tetap menjadi prioritas utama bagi strategi perusahaan.

Asuransi pengangkutan memiliki keterikatan yang sangat erat dengan aktivitas perdagangan nasional maupun kegiatan ekspor-impor.

Oleh sebab itu, Asei terus memperkuat layanan di sektor ini guna mendukung ketahanan ekonomi para pelaku usaha.

Berdasarkan data keuangan terbaru, pendapatan premi bruto Asei mencapai Rp 469,12 miliar per April 2026.

Lini bisnis utama perusahaan adalah asuransi perdagangan dan kargo dengan proyeksi tumbuh positif pada 2026.

Angka tersebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap layanan mereka. Asei terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan manajemen risiko yang ketat.

Perusahaan tetap optimis mampu menghadapi tantangan fluktuasi kurs yang saat ini membayangi sektor keuangan nasional.

Melalui strategi terukur, Asei berkomitmen menjadi mitra bagi eksportir dan importir dalam mengamankan aset mereka.

>>> Dugaan Korupsi Dana MBG untuk Haji, Nama Dadan Hindayana Jadi Sorotan

Target pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026 diharapkan dapat tercapai sesuai rencana.