PT Asuransi Asei Indonesia memandang optimistis prospek lini bisnis asuransi pengangkutan barang atau marine cargo pada tahun 2026.

Perusahaan memprediksi peluang pertumbuhan sektor tersebut masih berada di jalur positif sepanjang tahun.

>>> Daftar Game Terbaru State of Play Juni 2026 yang Paling Ditunggu Gamers

Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Dalimunthe, mengungkapkan keyakinan ini didasari oleh berbagai faktor fundamental yang kuat.

Ia merujuk pada performa ekonomi makro dan aktivitas perdagangan yang masih menunjukkan tren peningkatan.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Marine Cargo

Volume perdagangan internasional Indonesia yang terus berkembang menjadi salah satu pemicu utama. Kinerja ekspor komoditas unggulan nasional juga memegang peranan sangat penting.

Komoditas seperti batu bara, produk manufaktur, serta Crude Palm Oil (CPO) menjadi pilar utama dalam aktivitas pengiriman barang.

Hal ini secara otomatis meningkatkan permintaan terhadap proteksi asuransi pengangkutan selama proses distribusi.

Dody merinci beberapa poin penting yang mendukung optimisme perusahaan. Pertama, peningkatan intensitas aktivitas logistik dan sektor pelayaran di skala nasional secara berkelanjutan.

Kedua, kesadaran pelaku usaha yang semakin tinggi akan pentingnya manajemen risiko dalam rantai pasok global yang kompleks. Ketiga, stabilitas permintaan terhadap komoditas ekspor utama Indonesia di pasar internasional.

Keempat, pertumbuhan konektivitas perdagangan antarwilayah yang memerlukan jaminan keamanan barang. Berbagai faktor ini menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan akan perlindungan kargo tetap akan tinggi.

Pelaku usaha kini lebih waspada dalam memitigasi potensi kerugian finansial akibat kerusakan atau kehilangan barang saat pengiriman.

Tantangan Global dan Dinamika Kebijakan

Meski prospeknya dinilai cerah, Dody menekankan bahwa industri asuransi marine cargo tidak lepas dari berbagai tantangan berat.