Microsoft meluncurkan teknologi mesin pencari baru bernama Web IQ yang dikhususkan untuk agen kecerdasan buatan (AI).

Perkenalan ini dilakukan dalam ajang konferensi tahunan Microsoft Build pada Selasa (2/6/2026).

>>> Lubang Hitam Supermasif Berpotensi Jadi Tempat Lahir Jutaan Planet Baru

Sistem pencarian ini dikembangkan untuk memfasilitasi layanan pintar seperti ChatGPT dan Copilot.

Infrastruktur pendukung AI ini bertugas mengambil data relevan dari internet, mulai dari dokumen, berita, gambar, hingga video.

Hasil pencarian kemudian disajikan dalam format ringkas guna meminimalkan penggunaan token dan menekan biaya operasional pemrosesan.

Presiden Search and AI Microsoft, Jordi Ribas, menjelaskan bahwa industri sejauh ini baru menyediakan platform pencarian yang berorientasi pada kebutuhan manusia seperti Google Search atau Bing.

"Web IQ adalah solusi kami untuk jenis mesin pencari ini," kata Jordi Ribas.

Ia menambahkan bahwa platform baru ini memanfaatkan fondasi teknologi Bing yang telah dikembangkan perusahaan selama lebih dari dua dekade.

>>> Potongan Sadis Dracula (1958) Ditemukan Setelah Dianggap Hilang

Meski demikian, arsitektur sistem tetap dibangun ulang dari awal demi menjamin kualitas, efisiensi token, serta kecepatan respons optimal.

"Informasi tersebut kemudian digunakan oleh agen AI sebagai landasan (grounding)," tutur Jordi Ribas.

Pihak manajemen mengklaim infrastruktur ini mampu memproses sekitar 95 persen permintaan dalam durasi di bawah 165 milidetik. Angka tersebut 2,5 kali lebih cepat dari produk kompetitor.

Aplikasi praktis API Web IQ yang menjadi bagian dari Microsoft IQ-platform ini tercatat sudah diintegrasikan pada Copilot serta ChatGPT milik OpenAI.

"Untuk setiap kueri atau setiap masalah yang dijalankan sistem AI tersebut, pada umumnya dibutuhkan beberapa kueri tambahan yang diproses melalui sistem seperti Web IQ," tutur Jordi Ribas.

>>> Microsoft Luncurkan Chip Kuantum Majorana 2, Klaim Stabilitas 1.000 Kali Lipat

Volume pencarian oleh agen AI diproyeksikan akan terus melonjak hingga berpotensi melampaui total pencarian manusia pada akhir tahun ini.