Microsoft resmi meluncurkan chip komputasi kuantum terbaru bernama Majorana 2 pada Rabu (3/6/2026) dalam konferensi pengembang Microsoft Build.

Chip ini merupakan suksesor dari Majorana 1 yang dirancang untuk mempercepat penciptaan komputer kuantum praktis.

>>> Robert Pattinson Minta Skrip Nolan sebelum Setuju Main The Odyssey

Desain dan Material Baru

Majorana 2 dikembangkan menggunakan platform kecerdasan buatan bernama Discovery.

Desain baru pada chip ini diklaim mampu meningkatkan stabilitas dan melindungi qubit dari gangguan lingkungan, seperti radiasi kosmik.

Peningkatan performa terjadi karena perombakan struktur material pada komponen inti chip.

Menurut Chetan Nayak, Technical Fellow dan Corporate VP Quantum Hardware Microsoft, Majorana 2 menggantikan superkonduktor aluminium dengan timbal.

Wilayah semikonduktor aktif kini menggunakan kombinasi indium arsenide dan indium arsenide antimonide.

Perubahan material ini menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan.

>>> Kingston Tembus 100 Juta Unit Penjualan SSD SATA A400 Secara Global

Keandalan Qubit

Microsoft mengklaim qubit Majorana 2 memiliki keandalan 1.000 kali lipat dibanding generasi sebelumnya.

Tingkat masa pakai rata-rata qubit mencapai 20 detik, bahkan beberapa mampu bertahan hingga satu menit.

Dengan stabilitas tersebut, Microsoft optimistis target peta jalan komputer kuantum fungsional dapat berjalan lebih cepat.

Zulfi Alam, Corporate Vice President Microsoft Quantum, menyatakan bahwa perusahaan akan memiliki mesin kuantum pada 2029 yang mampu menyelesaikan masalah bernilai komersial.

Komputer kuantum toleran kesalahan ini diproyeksikan untuk memecahkan masalah rumit di sektor sains, kesehatan, dan industri.

>>> Ashin Ingin Mayday Gelar Konser Tunggal di Indonesia Setelah F✦FOREVER

Platform AI Discovery juga akan segera tersedia secara umum untuk membantu peneliti membuat alur kerja berbasis kecerdasan buatan.