Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor Mengejutkan Terbaru 2026
Selain itu, kebutuhan devisa meningkat karena pembayaran dividen perusahaan asing dan pelunasan utang jatuh tempo.
>>> IHSG Amblas Nyaris 5 Persen di Sesi I 2026, Ini Penyebabnya
Ibrahim menjelaskan bahwa besarnya permintaan dolar korporasi membuat tekanan terhadap rupiah sulit dibendung. Di sisi lain, masyarakat mulai mengalihkan simpanan dari rupiah ke valuta asing.
Tren perpindahan dana ke tabungan valas memperparah kelangkaan dolar di pasar lokal. Perubahan perilaku ini menjadi salah satu penyebab pelemahan rupiah yang tajam.
Data menunjukkan ketergantungan nilai tukar rupiah terhadap fluktuasi harga energi global yang tidak stabil.
Riwayat Pergerakan Rupiah
Sebelumnya, pada Selasa (2/6/2026), rupiah ditutup di Rp17.839 per dolar AS, melemah 34 poin dibandingkan hari Senin yang sempat menguat ke Rp17.805.
Ibrahim menilai ketegangan AS-Iran tetap menjadi faktor dominan.
Meski Donald Trump mengklaim adanya komunikasi dengan Teheran, pihak Iran tampaknya tidak memedulikan pesan dari Washington. Kondisi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon yang melibatkan Iran juga menciptakan kecemasan investor.
"Iran kemungkinan besar akan ikut campur dalam perang tersebut, yang memicu penguatan indeks dolar secara signifikan," ujar Ibrahim.
Selain konflik, kebijakan perdagangan AS juga berdampak tidak langsung. Trump baru saja menandatangani aturan perubahan tarif impor untuk komoditas seperti tembaga, besi, dan aluminium.
Kebijakan ini menurunkan tarif alat pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen, yang memperkuat dolar AS di hadapan mata uang negara berkembang.
Faktor Domestik Lainnya
Penyebab domestik meliputi tingginya volume impor minyak mencapai 1,5 juta barel per hari, kebutuhan dolar untuk dividen dan utang luar negeri, ketidakpastian kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), serta pergeseran simpanan masyarakat ke valas.
Ibrahim menyoroti bahwa efektivitas kebijakan DHE masih memerlukan waktu untuk memberikan dampak positif. Meskipun sempat memberi angin segar, ketidakpastian komitmen eksportir membuat rupiah kembali terkoreksi tajam.
>>> Drama WoW Race to World First: Kejutan Phase Rahasia Liquid yang Mengejutkan 2026
Eksportir Indonesia sering memiliki keterikatan kontrak dengan pihak luar negeri terkait penempatan dana. Hal ini menghambat aliran masuk dolar secara maksimal ke pasar domestik.
Update Terbaru
Boston Symphony Orchestra Catat Surplus Rp 27,5 Juta, Bantah Klaim Endowment Terkuras
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
Princess Charlene Pimpin Gala Palang Merah Monako dengan Gaun Emas Berkilau
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
The New York Times Rilis Strands Puzzle 868 Bertema Big Talk
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
China Larang AI Pacar demi Tingkatkan Angka Kelahiran
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Apple Perbarui Aplikasi Android dengan Widget Layar Utama dan Berbagi ke WhatsApp
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Senin / 20-07-2026, 00:50 WIB
Demokrat Sulit Manfaatkan Ketidakpuasan terhadap Trump untuk Pemilu 2026
Senin / 20-07-2026, 00:50 WIB
George Russell Hadapi Masalah Kecepatan Lurus di Kualifikasi Spa
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Link Live Streaming Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Jetlag Terasa Lebih Parah Kalau Terbang ke Arah Timur, Ini Alasannya
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Sehari Pulang Kampung, Veda Ega Langsung Tancap Gas di Mandalika
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Farhan Halim dan Hendra Kurniawan Raih Penghargaan Individu di SEA V Cup 2026 Leg 1
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Wanita Michigan Klaim Hadiah Powerball Rp16 Miliar Beberapa Jam Sebelum Kedaluwarsa
Senin / 20-07-2026, 00:47 WIB







