Untuk bisa melepasnya ke alam liar, Google telah mengajukan izin kepada Badan Perlindungan Lingkungan AS (Environmental Protection Agency/EPA).

Izin tersebut mencakup rencana pelepasan hingga total 32 juta nyamuk selama dua tahun. Jumlah itu sekitar 16 juta ekor per tahun di California dan Florida.

Google mengatakan bahwa "nyamuk baik" yang mereka lepaskan sebenarnya merupakan spesies yang sama dengan nyamuk penyebar penyakit.

Bedanya, nyamuk tersebut adalah nyamuk jantan yang tidak menggigit manusia dan tidak dapat menularkan penyakit, sehingga tetap aman untuk beterbangan di alam liar.

Sudah Diuji di Singapura

Program Debug sendiri bukan merupakan proyek baru karena Google telah mengembangkan teknologi ini selama hampir satu dekade.

Perusahaan teknologi ini menjadikan Singapura sebagai pusat penelitian dan pengembangan internasional pertamanya.

Menurut Google, pelepasan jutaan nyamuk jantan yang membawa bakteri Wolbachia di Singapura terbukti berhasil menekan populasi nyamuk Aedes aegypti hingga 80-90 persen.

Kasus dengue di wilayah uji coba juga turun lebih dari 70 persen dalam waktu enam hingga 12 bulan setelah program berjalan.

>>> Sinopsis Film Colony: Jun Ji-hyun dan Ji Chang-wook Hadapi Wabah Zombi di Gedung Terkunci

Keberhasilan tersebut membuat Google memperluas operasional Debug di Singapura dan menjadi dasar rencana penerapan program serupa di wilayah lain, termasuk di California dan Florida.