Google Kembangkan Proyek Debug untuk Membiakkan Jutaan Nyamuk
Google dilaporkan tengah menjalankan proyek tidak biasa untuk membiakkan jutaan nyamuk.
Nyamuk yang jumlahnya bisa mencapai 32 juta ekor itu akan dikembangbiakkan di lingkungan khusus untuk kemudian dilepas ke alam liar di AS.
>>> Peabo Bryson, Penyanyi 'A Whole New World', Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun
Program ini dijalankan melalui proyek "Debug", sebuah istilah yang populer di dunia teknologi untuk proses mencari dan memperbaiki kesalahan pada sistem.
Tujuan proyek ini adalah untuk mengurangi penyebaran penyakit berbahaya yang ditularkan nyamuk.
Beberapa di antaranya adalah demam berdarah dengue (DBD), Zika, chikungunya, demam kuning, hingga malaria.
Google memiliki tim yang terdiri dari ilmuwan dan insinyur yang mengembangkan teknologi untuk membiakkan "nyamuk baik" guna menekan populasi nyamuk pembawa penyakit.
Mengandalkan Teknologi AI
Untuk mengontrol perkembangbiakan nyamuk, Google turut mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Teknologi AI dipakai untuk analitik data, sensor, sistem pembiakan otomatis, serta teknologi computer vision berbasis AI untuk mengelola jutaan nyamuk yang dibudidayakan.
AI ini juga digunakan untuk membantu memisahkan nyamuk jantan dan betina secara akurat dalam jumlah besar. Hanya nyamuk jantan yang dilepas ke alam.
Selain untuk analitik dan sortir, teknologi AI juga dapat membantu menentukan lokasi serta jumlah pelepasan nyamuk yang dianggap paling efektif.
Google menegaskan proyek pelepasan puluhan juta nyamuk ini tidak melibatkan rekayasa genetika.
Metode yang digunakan hanya memanfaatkan bakteri Wolbachia yang memang ditemukan secara alami tanpa menggunakan bahan kimia maupun racun.
>>> Astronom Ungkap Rahasia Sinyal Radio Misterius Luar Angkasa
Pengajuan Izin Pelepasan di AS
Saat ini, nyamuk yang diternak Google rencananya akan dilepas di dua negara bagian AS, yaitu California dan Florida.
Update Terbaru
Kehilangan OnePlus: Tekanan Inovasi di Pasar Ponsel AS Mereda
Sabtu / 18-07-2026, 22:25 WIB
TANSTAAFL: Tidak Ada Makan Siang Gratis, Tapi Ada Uang Gratis
Sabtu / 18-07-2026, 22:25 WIB
Watanabe dan Yamaguchi Lolos ke Final Jepang Terbuka 2026
Sabtu / 18-07-2026, 22:24 WIB
Pelatih Spanyol Ungkap Momen Ajaib Messi yang Cetak 4 Gol dalam 15 Menit
Sabtu / 18-07-2026, 22:24 WIB
AS dan Iran Saling Serang Target Infrastruktur di Selat Hormuz
Sabtu / 18-07-2026, 22:24 WIB
Diskon Jutaan, Bersiap Beli Alat Elektronik di Transmart Full Day Sale
Sabtu / 18-07-2026, 22:24 WIB
5 Tren Infrastruktur dan Tata Kelola AI 2026 yang Perlu Dipahami
Sabtu / 18-07-2026, 22:22 WIB
Apple dan Google Didesak Hapus Aplikasi Nudify, Diduga Raup Untung dari Deepfake
Sabtu / 18-07-2026, 22:22 WIB
Larry David Hina RFK Jr. dalam Acara HBO Baru
Sabtu / 18-07-2026, 22:21 WIB
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
Sabtu / 18-07-2026, 22:21 WIB
Bandar Narkoba di Riau Serang Polisi dengan Pisau, Ditembak
Sabtu / 18-07-2026, 22:21 WIB
Transmart Full Day Sale Besok, Diskon 50%+20% Seharian
Sabtu / 18-07-2026, 22:21 WIB
Bupati Blora Ajak Sekjen ESDM Makan Lontong Opor, Promosi UMKM Lewat Diplomasi Kuliner
Sabtu / 18-07-2026, 22:21 WIB
Rekor Gila Indonesia Saat Lolos ke Final SEA V Cup 2026
Sabtu / 18-07-2026, 22:21 WIB







