Debarkasi Surabaya mulai menerapkan teknologi seamless corridor untuk mempercepat proses kedatangan jemaah haji 1447 H/2026 M.

Sebanyak 44.000 jemaah akan dipulangkan melalui Bandara Juanda sejak Senin (1/6/2026) hingga 1 Juli 2026.

>>> Daftar Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Gilberto Mora Paling Banyak Dicari

Sebanyak 1.897 jemaah dari lima kelompok terbang (kloter) pertama telah tiba pada hari Senin. Mereka memanfaatkan inovasi imigrasi berbasis biometrik dan kecerdasan buatan (AI).

Verifikasi Otomatis dengan Pemindaian Iris Mata

Wakil Ketua I PPIH Embarkasi Surabaya, Novianto Sulastono, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan jemaah tidak perlu mengantre lama.

Mereka juga tidak perlu mengeluarkan paspor atau menunggu pengecapan manual.

Verifikasi identitas dilakukan otomatis melalui pemindaian iris mata atau wajah di pintu khusus. "Seseorang yang terdaftar sebagai penumpang akan dideteksi melalui iris mata dan datanya terbaca.

Mereka cukup pegang paspor, data perlintasan sudah tercatat," ujar Novianto pada Selasa (2/6/2026).

Sistem autogate ini mampu memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan. Proses untuk sekitar 378 jemaah hanya membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit.

"Dibandingkan manual, 378 jemaah bisa sampai 2-3 jam," sebut Novianto.

>>> Cara Membuat Pakan Fermentasi Ayam Kampung Terbaru 2026, Tanpa Ribet dan Hemat

Teknologi ini memiliki tingkat akurasi mencapai 99,9 persen. Penerapannya di Bandara Juanda menjadi yang kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

"Dari 378 penumpang, kendala hanya dua sampai tiga orang," jelas Novianto.

Kendala minor terjadi pada beberapa jemaah karena posisi pandangan yang tidak tepat ke arah kamera pemindai. "Kita arahkan setiap lewat harus lihat ke kamera.

Yang tidak terbaca kita proses manual," ucap Novianto.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menambahkan bahwa sistem ini mempermudah pelacakan jemaah. Hal ini untuk meminimalkan risiko jemaah haji melarikan diri.

"Banyak jemaah kalau paspor sudah diberikan bisa melarikan diri, tidak pulang," tutur Anam.

Otoritas terkait berharap inovasi ini dapat mengeliminasi antrean panjang pada seluruh proses pemulangan. "Penerapannya tidak ada kendala.

>>> Transformasi Subsidi Energi Jadi Mesin Industri, Strategi Baru 2026 yang Banyak Dicari Pengusaha

Kami berharap seluruh putaran bisa seperti itu dan lebih cepat," pungkas Anam.