Kebutuhan pakan menjadi faktor krusial dalam budidaya ayam kampung, terutama pada fase pertumbuhan. Kini banyak peternak beralih ke pakan fermentasi untuk meningkatkan kualitas gizi dan menghemat biaya.

Teknik fermentasi tidak hanya meningkatkan nilai nutrisi, tetapi juga memudahkan pengelolaan kandang. Ayam kampung usia 1-4 bulan memerlukan protein tinggi untuk pembentukan tulang dan otot.

>>> Transformasi Subsidi Energi Jadi Mesin Industri, Strategi Baru 2026 yang Banyak Dicari Pengusaha

Proses fermentasi mengurai zat anti-nutrisi sehingga protein lebih mudah diserap. Selain itu, probiotik alami yang dihasilkan menjaga kesehatan pencernaan ayam.

Bahan Baku Utama

Pakan fermentasi memberikan keuntungan besar bagi ayam kampung di masa pertumbuhan emas. Mikroorganisme dalam EM4 membantu memecah pakan menjadi senyawa yang mudah dicerna.

Berikut bahan-bahan yang diperlukan:

  • Dedak padi atau bekatul (4 kg): sumber karbohidrat dan energi utama.
  • Jagung giling halus (2 kg): mengandung lemak dan energi untuk penggemukan.
  • Konsentrat ayam pedaging atau pur BR-1 (2 kg): sumber protein tinggi.
  • Ampas tahu atau ampas kelapa (2 kg): limbah bernutrisi tinggi untuk menghemat biaya.

Kombinasi ini menjaga keseimbangan karbohidrat, protein, dan lemak. Penggunaan ampas tahu menjadi kunci efisiensi anggaran pakan.

Cairan Starter Fermentasi

Cairan starter mengandung bakteri pengurai yang aktif. Tanpa starter yang tepat, bahan baku tidak akan berubah menjadi pakan fermentasi kaya probiotik.

Bahan untuk membuat cairan starter:

  • EM4 peternakan: 2 tutup botol sebagai agen bakteri pengurai.
  • Molase atau tetes tebu: 2 tutup botol, bisa diganti 2 sendok makan gula pasir atau gula jawa cair.
  • Air bersih: 1-1,5 liter, hindari air PDAM agar bakteri tidak mati.

Molase berfungsi sebagai asupan energi bagi bakteri. Kualitas air sangat menentukan, air sumur sangat disarankan.