Berikut jajaran pimpinan baru BGN yang telah ditetapkan Presiden:

>>> 10 Pohon Buah Aman Ditanam Dekat Sawah, Cegah Ular Masuk Rumah

  • Kepala BGN: Nanik S. Deyang, menggantikan Dadan Hindayana.
  • Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari, pakar dengan latar belakang auditor antikorupsi.
  • Wakil Kepala BGN: Trenggono, menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya.

Penunjukan figur baru diharapkan membawa perspektif segar dalam menghadapi tantangan distribusi gizi di seluruh Indonesia.

Kolaborasi antara praktisi komunikasi, auditor, dan pakar kebijakan diharapkan menciptakan sistem kerja yang lebih solid dan akuntabel.

Pemerintah menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru ini mempererat koordinasi antar-kementerian dan lembaga terkait. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci percepatan implementasi program peningkatan gizi nasional.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas.

Dengan manajemen yang lebih baik, pemerintah menargetkan program ini menjangkau sasaran lebih tepat dan memberikan manfaat lebih luas.

Prasetyo menambahkan bahwa transisi kepemimpinan di tingkat pusat tidak boleh menghambat pelayanan gizi di daerah.

Ia menjamin setiap fungsi dan tanggung jawab jabatan telah beralih lancar kepada pejabat baru.

Informasi resmi perombakan ini pertama kali disampaikan Menteri Sekretaris Negara pada Selasa malam. Prasetyo menyampaikan pesan Presiden bahwa perubahan ini demi kebaikan organisasi dan efektivitas kerja.

“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” tegas Prasetyo menutup konferensi pers.

Ke depannya, BGN memiliki tugas berat memastikan standar kualitas makanan terjaga di seluruh titik distribusi.

>>> Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini: Simak Arah Pergerakan Terbaru di 2026

Evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk memastikan setiap rupiah memberikan dampak nyata bagi kualitas fisik dan kognitif generasi muda Indonesia.