Poin-poin tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan dalam mengelola anggaran dan sumber daya BGN. Pemerintah ingin setiap rupiah memberikan dampak langsung bagi kesehatan generasi mendatang.

Stabilitas Program Selama Masa Transisi

Meski audit internal dan evaluasi masih berlangsung, pemerintah menegaskan tidak ada kegiatan yang terhenti. Prasetyo menegaskan operasional harian BGN tetap berjalan normal.

Setiap unit kerja di BGN telah diinstruksikan tetap fokus menjalankan fungsi teknis. Hal ini untuk mencegah kekosongan layanan atau hambatan birokrasi selama peralihan jabatan.

Pelaksanaan MBG tetap mengacu pada standar kualitas yang ditetapkan. Pemerintah menjamin kualitas makanan dan ketepatan waktu distribusi tidak terpengaruh dinamika internal.

Perombakan ini dipandang sebagai momentum memperkokoh posisi MBG sebagai agenda strategis nasional. Program ini tidak hanya soal pemenuhan pangan, tetapi memiliki dimensi lebih luas.

MBG dirancang memberikan efek domino bagi berbagai sektor pembangunan. Dengan kepemimpinan Nanik S.

Deyang, sinergi antar lembaga diharapkan semakin kuat.

BGN juga terus memastikan akuntabilitas program melalui berbagai instrumen pengawasan. Salah satunya peluncuran aplikasi khusus untuk memantau kualitas makanan di lapangan.

>>> Pendaftaran Belajar Bersama Maestro 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Dapat Uang Saku

Langkah preventif seperti sertifikasi dapur umum juga terus dikejar. Transisi pimpinan ini diharapkan menjadi titik tolak menuju pelayanan gizi yang lebih profesional dan terintegrasi.