101 Tahun Lalu, Mein Kampf Terbit dan Laku 12 Juta Eksemplar
Tepat 101 tahun lalu, dunia menyaksikan terbitnya Mein Kampf, buku karya Adolf Hitler yang disebut The Guardian sebagai salah satu buku paling berbahaya dalam sejarah.
Melalui buku inilah Hitler menuangkan ideologi yang kemudian menjadi dasar kebijakan rezim Nazi saat berkuasa di Jerman.
>>> Sering Tiba-Tiba Ngidam Makanan Manis? Ternyata Ini Penyebabnya
Mein Kampf (Perjuanganku) resmi diterbitkan pada 18 Juli 1925, ketika Hitler masih menjalani hukuman di Penjara Landsberg usai melakukan kudeta gagal.
Buku tersebut merupakan perpaduan autobiografi dan manifesto politik.
Di dalamnya, Hitler menceritakan perjalanan hidupnya sekaligus memaparkan pandangannya tentang nasionalisme Jerman, kebenciannya terhadap kaum Yahudi dan Marxisme, serta gagasan Lebensraum atau "ruang hidup" yang kelak dijadikan pembenaran untuk memperluas wilayah Jerman melalui perang.
Sejarawan menilai gagasan-gagasan dalam Mein Kampf kemudian diwujudkan ketika Hitler berkuasa pada 1933.
Ideologi tersebut menjadi landasan berbagai kebijakan Nazi, mulai dari propaganda, ekspansi militer ke Eropa, hingga Holocaust yang menewaskan sekitar enam juta orang Yahudi serta jutaan korban lainnya.
Atas dasar pengaruh historisnya yang begitu besar, Mein Kampf kerap dijuluki sebagai salah satu buku paling berbahaya yang pernah diterbitkan.
Penjualan Fantastis dan Nasib Setelah Perang
Dari sisi komersial, Mein Kampf juga mencatat penjualan luar biasa. Setelah Hitler menjadi Kanselir Jerman, buku itu dicetak massal dan dibeli sebagai propaganda negara.
>>> Pertamina Patra Niaga Perkuat Edukasi Lingkungan Lewat Program SEKAR di Medan
Menurut situs United States Holocaust Memorial Museum, hingga berakhirnya Perang Dunia II pada 1945, penjualannya telah melampaui 12 juta eksemplar.
Ini menjadikannya salah satu buku politik terlaris sepanjang sejarah.
Update Terbaru
Fitur Tersembunyi Google Drive Ini Menghemat Ratusan Dolar untuk Scanner
Sabtu / 18-07-2026, 21:25 WIB
Berhenti Menanti Rambler Setelah Uji Fitur Suara Tersembunyi Gboard
Sabtu / 18-07-2026, 21:25 WIB
Menlu China dan Menko Perekonomian Indonesia Bahas Kerja Sama AI dan Investasi
Sabtu / 18-07-2026, 21:25 WIB
Cara Dapat Saldo OVO Rp450.000 Lewat Aplikasi Rice Taken yang Terbukti Membayar 2026
Sabtu / 18-07-2026, 21:25 WIB
Ibu Pemuda Madiun Diduga Kabur Saat Tur ke Korsel Ditagih Rp50 Juta
Sabtu / 18-07-2026, 21:24 WIB
Yakob Sayuri Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Sabtu / 18-07-2026, 21:24 WIB
Netanyahu Disoraki dan Diusir dari Parlemen Israel: Memalukan, Pergi!
Sabtu / 18-07-2026, 21:24 WIB
Menpan RB Rini Widyantini Tulis Surat untuk Seluruh ASN, Ini Pesannya
Sabtu / 18-07-2026, 21:24 WIB
Dua Pegawai Forest Service AS Disandera Bersenjata Selama 15 Jam
Sabtu / 18-07-2026, 21:22 WIB
Brittany Cartwright Buka Suara soal Hubungan Jax Taylor dengan Mantan Publisis
Sabtu / 18-07-2026, 21:22 WIB
Christina P. Akhirnya Bicara soal Pisah dengan Tom Segura
Sabtu / 18-07-2026, 21:21 WIB
Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking
Sabtu / 18-07-2026, 21:21 WIB
Bentrok Adonara: 3 Tewas, 7 Luka, 20 Rumah Dibakar
Sabtu / 18-07-2026, 21:21 WIB
Kelompok Garis Keras Iran Tuding Pezeshkian dan Ghalibaf Rencanakan Kudeta
Sabtu / 18-07-2026, 21:21 WIB







