Setelah Nazi runtuh, hak cipta Mein Kampf dipegang Pemerintah Bavaria selama 70 tahun sehingga penerbitannya di Jerman praktis dihentikan.

Baru pada 2016, setelah hak cipta berakhir, Institut Sejarah Kontemporer Munich (Institut für Zeitgeschichte/IfZ) menerbitkan edisi akademis yang dilengkapi ribuan anotasi untuk menjelaskan konteks sejarah sekaligus membantah propaganda Hitler.

Menariknya, edisi tersebut justru mendapat sambutan luas.

Majalah Times mencatat, cetakan awal sebanyak 4.000 eksemplar segera habis dan terus dicetak ulang hingga mencapai lebih dari 85.000 eksemplar dalam waktu sekitar satu tahun.

Total uang yang diperoleh percetakan mencapai US$ 20 ribu atau setara Rp300-an juta. Namun, pihak penerbit menegaskan mayoritas pembeli bukanlah pendukung ideologi Nazi.

>>> ALLU Personal Service: Transaksi Barang Mewah Tanpa ke Gerai

Sebagian besar merupakan akademisi, mahasiswa, peneliti, hingga pembaca umum yang membeli buku tersebut untuk mempelajari sejarah Jerman dan Perang Dunia II.