Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan jumlah tertanggung asuransi jiwa yang signifikan pada awal tahun 2026. Angka kepesertaan masyarakat melonjak hingga 20,9 persen secara tahunan.

Total pemegang polis di Indonesia mencapai 118,28 juta orang pada kuartal pertama tahun ini.

>>> Jadwal Resmi Bansos PKH dan BPNT 2026: Cek Status dan Besaran Nominal Terbaru yang Cair ke Rekening

Data tersebut merupakan akumulasi laporan keuangan dari 56 perusahaan asuransi jiwa di tanah air.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo Karsono, menilai pertumbuhan dua digit ini menunjukkan fundamental industri yang solid.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap proteksi finansial tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi global penuh tekanan.

Klaim dan Manfaat

Sepanjang kuartal I 2026, industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp38,73 triliun.

Angka ini naik 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, pendapatan premi secara unweighted tercatat sebesar Rp47,27 triliun, turun sekitar 0,5 persen secara tahunan.

>>> Sisa 1 Tanggal Merah Juni 2026, Cek Jadwal Libur Panjang 4 Hari

Albertus menegaskan bahwa industri tetap menjalankan fungsinya sebagai pilar perlindungan keuangan utama bagi keluarga Indonesia.

Manfaat akhir kontrak mengalami lonjakan drastis sebesar 112 persen menjadi Rp10,45 triliun. Penarikan dana sebagian atau partial withdrawal meningkat 10 persen menjadi Rp4,04 triliun.

Sebaliknya, angka pemutusan polis sebelum waktunya atau surrender menurun signifikan sebesar 30,4 persen.

Kenaikan pada kategori manfaat akhir kontrak menandakan semakin banyak nasabah yang menyelesaikan masa perlindungan hingga tuntas.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, menambahkan bahwa tren penarikan dana sebagian menunjukkan fleksibilitas asuransi.

Nasabah dapat memanfaatkan dana cadangan untuk kebutuhan darurat tanpa membatalkan polis secara total.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 4 – 7 Juni 2026

Secara keseluruhan, AAJI melihat instrumen asuransi kini lebih adaptif bagi penggunanya. Kepercayaan publik yang terus membaik diharapkan menjadi modal utama pertumbuhan industri keuangan ke depannya.