RI Ranking 3 Dunia Penyakit Hati Kronis, Menkes Ungkap Pemicu Mengejutkan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengejutkan: Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah penderita penyakit hati kronis.
Posisi ini berada di bawah China dan India.
>>> Claude Code Pricing 2026: Biaya, Fitur, dan Cara Langganan Terbaru
Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kesehatan Hati Sedunia di Jakarta. Tema yang diangkat adalah "Kebiasaan Solid, Hati yang Kuat".
Secara global, penyakit hati kronis diderita lebih dari 300 juta orang. Sekitar 2 juta jiwa meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.
Rata-rata, empat orang meninggal setiap menit karena komplikasi hati.
Di Indonesia, estimasi penderita mencapai 70 juta orang. Budi Gunadi menjelaskan bahwa infeksi virus hepatitis B dan C menjadi penyebab utama lebih dari separuh kematian.
Faktor Risiko dan Kebijakan Pemerintah
Selain infeksi virus, gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu utama kerusakan hati. Konsumsi alkohol serta gangguan metabolik akibat obesitas dan diabetes terus meningkat.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyiapkan strategi pencegahan. Program ini mencakup imunisasi bagi tenaga kesehatan dan pencegahan penularan dari ibu ke bayi.
Langkah konkret yang dilakukan meliputi:
- Imunisasi hepatitis B massal bagi tenaga medis.
- Terapi khusus untuk mencegah penularan dari ibu hamil ke bayi.
- Skrining hepatitis dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
- Pelabelan nutrisi pada produk makanan untuk mengontrol gula, garam, dan lemak.
Pada tahun 2025, sekitar 70 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Tahun 2026, target kapasitas pemeriksaan meningkat menjadi 136 juta orang.
>>> Mengenal Kode 304 Lamine Yamal: Jejak Haru dari Rocafonda ke Piala Dunia 2026
Fokus utama saat ini adalah tindakan promotif dan preventif. Langkah ini dinilai lebih efektif dan murah dibanding pengobatan stadium lanjut.
Update Terbaru
Israel Bangun Penjara dengan Parit Berisi Buaya untuk Tahanan Palestina
Jumat / 17-07-2026, 20:42 WIB
BGN Akui Masih Punya Utang MBG ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun
Jumat / 17-07-2026, 20:42 WIB
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Kawal Distribusi BBM
Jumat / 17-07-2026, 20:42 WIB
Viral Mal di Surabaya Pasang Pagar, Ini Penjelasan Pengelola
Jumat / 17-07-2026, 20:42 WIB
Semifinal SEA V Cup 2026: Timnas Voli Indonesia Hadapi Vietnam
Jumat / 17-07-2026, 20:42 WIB
Amazon Ganti Pemeran Utama Serial God of War Usai Cedera Parah
Jumat / 17-07-2026, 20:38 WIB
AHM Tanggapi Keluhan Vario Evo 160 Rembes Usai Sehari Dipakai
Jumat / 17-07-2026, 20:38 WIB
Tinggi Anak Tak Kunjung Naik? Coba Cek Kualitas Tidurnya
Jumat / 17-07-2026, 20:38 WIB
Belajar Geologi dan Sejarah Bumi di Museum Geologi Bandung
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
Bank Mandiri Dorong Ekonomi Sirkular di Road to INACRAFT Festival 2026
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
STY Pastikan Persija Turunkan Skuad EPA di Piala Presiden 2026
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri Depok, Likuidasi Ditangani LPS
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
Maxim Klaim Pendapatan Mitra Naik 5% Setelah Komisi Dipangkas Jadi 8%
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB
Cucurella Berjanji Tato Wajah De la Fuente Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 20:35 WIB







