Pentingnya Fungsi Hati bagi Tubuh

Pakar hepatitis Indonesia, Prof. Dr. dr. David Handojo Muljono, menjelaskan vitalnya peran hati. Ia mengibaratkan hati sebagai pabrik kimia terbesar yang bekerja 24 jam.

Enam fungsi utama hati yang krusial:

  • Detoksifikasi: menyaring racun, menetralisir alkohol, mengolah sisa obat.
  • Metabolisme: mengubah karbohidrat menjadi energi, menyimpan glikogen.
  • Produksi protein: menghasilkan albumin dan faktor pembekuan darah.
  • Produksi empedu: membantu pencernaan lemak dan penyerapan vitamin.
  • Sistem imun: melawan bakteri, virus, dan zat asing.
  • Pengatur lemak: mengontrol metabolisme lemak dan protein.

Kerusakan hati berdampak langsung pada seluruh metabolisme tubuh. Tanpa fungsi hati optimal, sistem pertahanan dan pembersihan tubuh akan gagal total.

Tahapan Kerusakan dan Upaya Pencegahan

Penyakit hati kronis disebut pembunuh senyap karena berkembang perlahan tanpa gejala awal. Kerusakan dimulai dari penumpukan lemak atau peradangan ringan yang sering diabaikan.

Jika peradangan berlanjut, fibrosis terbentuk dan mengganggu aliran darah. Tanpa penanganan, fibrosis berkembang menjadi sirosis yang dapat memicu kanker hati.

Upaya pencegahan dan penanganan meliputi:

>>> Ambisius Juara Liga Champions 2026, MU Wajib Rekrut 6 Pemain Bintang Ini

  • Pencegahan mandiri: vaksinasi hepatitis, olahraga, jaga berat badan, hindari alkohol.
  • Deteksi dini: tes fungsi hati, USG berkala, pemeriksaan fibrosis non-invasif.
  • Metode pengobatan: terapi antivirus, manajemen gaya hidup, transplantasi hati.

Semakin cepat deteksi, semakin besar kemungkinan jaringan hati pulih. Prof. David menegaskan gaya hidup bersih dan perilaku seksual aman juga kunci pencegahan.