Piala Dunia 2026 menjadi panggung debut bagi Lamine Yamal, pemain muda Spanyol berusia 18 tahun.

Ia telah meniti jalan dari lapangan di Mataro hingga ke ajang sepak bola terbesar dunia.

>>> Ambisius Juara Liga Champions 2026, MU Wajib Rekrut 6 Pemain Bintang Ini

Yamal lahir dan besar di Rocafonda, kawasan sederhana di Catalan, sekitar 32 km dari Barcelona. Kode pos 304 menjadi simbol yang ia tunjukkan setiap kali mencetak gol.

Selebrasi ikonik membentuk angka 304 dengan jari adalah penghormatan untuk kampung halamannya. Rocafonda, yang kerap mendapat label negatif, kini bangga menjadi asal seorang idola sepak bola.

Pamannya, Abdul Nasraoui, telah menyimpan replika trofi Piala Dunia di toko rotinya sebelum Yamal debut untuk Spanyol. Ia optimis bahwa hal besar akan datang dari keponakannya.

Jordi Roura, mantan kepala tim muda Barcelona, mengingat saat pertama kali melihat Yamal. "Pada awalnya dia tampak aneh, kurus, dan agak canggung," kata Roura kepada AFP.

>>> Aksi Veda Ega Pratama Makin Mengejutkan, Sinyal Positif Terbaru di 2026

Namun, saat bola di kaki, segalanya berubah. "Dribbling-nya sangat alami, sulit dilatih," tambahnya.

Yamal sukses di Euro 2024, mencetak gol melawan Prancis sembari tetap mengikuti ujian sekolah. Kini, ia dinantikan debutnya di Piala Dunia 2026.

Kekuatan utama Yamal adalah dribbling, visi, dan kaki kiri. Meski ada kekhawatiran soal kebugarannya, harapan publik Spanyol tetap tinggi.

Bagi warga Rocafonda, Lamine Yamal bukan sekadar pemain sepak bola. Ia adalah bukti bahwa bakat besar bisa lahir dari kerasnya jalan beton dan berhasil menaklukkan panggung dunia.

>>> Hoang Cong Hau Jadi Ancaman Serius bagi Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF

Abdul dengan optimis mengatakan, "Jika kami memenangkan Piala Dunia, barulah saya akan bicara banyak." Harapan besar tersemat pada Yamal dan Spanyol.