BPS: Inflasi Mei 2026 Naik 3,08 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 1,60 persen.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan data tersebut pada Selasa, 2 Juni 2026.
>>> Cara Cek Penerima PIP Mei 2026 Lewat HP, Bantuan Resmi Cair ke Rekening
Ia menjelaskan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,40 pada Mei 2026.
Pemicu Utama Inflasi
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi. Kelompok ini mencatat inflasi 4,94 persen dengan andil 1,43 persen terhadap inflasi nasional.
Komoditas penyumbang utama antara lain beras, minyak goreng, daging ayam ras, ikan segar, cabai merah, cabai rawit, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tinggi mencapai 10,35 persen.
Andil kelompok ini terhadap inflasi nasional sebesar 0,70 persen, dipicu kenaikan harga emas perhiasan.
Inflasi Berdasarkan Komponen
BPS merinci inflasi dalam tiga komponen: inti, harga diatur pemerintah, dan harga bergejolak. Ketiga komponen mengalami kenaikan secara bersamaan.
>>> IHSG Menguat 1,49% di Sesi I, Saham Konglomerat Jadi Primadona
Inflasi inti tercatat 2,59 persen dengan andil 1,66 persen.
Pemicunya antara lain emas perhiasan, minyak goreng, biaya makan di luar, biaya kuliah, sewa rumah, dan sewa mobil.
Komponen harga diatur pemerintah mencatat inflasi 2,70 persen dengan andil 0,40 persen.
Penyumbangnya adalah tarif angkutan udara, berbagai jenis rokok (SKM, SKT, SPM), dan bahan bakar rumah tangga.
Komponen harga bergejolak mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,24 persen dengan andil 1,02 persen.
Komoditas seperti beras, daging ayam ras, cabai, bawang merah, dan daging sapi menjadi pemicu utama.
>>> Pemkot Bandung Ajukan Status Darurat Sampah Akibat Lonjakan Liburan
Laporan BPS ini menekankan pentingnya stabilitas harga pangan. Pengendalian harga bahan pokok menjadi kunci menjaga laju inflasi tetap terkendali.
Update Terbaru
Siapa Tony Soegiono yang Jadi Korban Pengurasan Rekening Rp1,2 Miliar oleh Terapis Spa di Surabaya
Selasa / 02-06-2026, 14:56 WIB
PSSI Targetkan Juara Piala AFF 2026 demi Kembalikan Kepercayaan Publik
Selasa / 02-06-2026, 14:54 WIB
BTN Kucurkan Kredit Rp 1,5 Triliun ke Pindad, Percepat Produksi Maung MV3
Selasa / 02-06-2026, 14:54 WIB
Indonesia Resmi Punya Domain .ai.id, Begini Cara Daftar dan Syarat Terbaru 2026
Selasa / 02-06-2026, 14:54 WIB
Heboh Kredit Bodong di Banyumas, 13 Pensiunan ASN Jadi Korban, Oknum Pegawai Mandiri Taspen Dipecat
Selasa / 02-06-2026, 14:54 WIB
Mengapa Infinix GT 30 5G Layak Dilirik Gamer di Kelas Harga Rp3 Jutaan
Selasa / 02-06-2026, 14:52 WIB
Akun TikTok Xander Dikecam Usai Konten 'Plenger' Diduga Singgung Anak Berkebutuhan Khusus
Selasa / 02-06-2026, 14:50 WIB
Vidio Siarkan Eksklusif Tiga Kategori Timnas Indonesia Juni 2026
Selasa / 02-06-2026, 14:49 WIB
John Herdman Pangkas Skuad Timnas Indonesia Jadi 23 Pemain
Selasa / 02-06-2026, 14:49 WIB
Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Myanmar 3-0 di Piala AFF U-19 2026
Selasa / 02-06-2026, 14:48 WIB
Dishub DKI Jakarta Buka Bertahap Jalan Raya Lenteng Agung Arah Depok
Selasa / 02-06-2026, 14:48 WIB
Bunga Zainal Lapor Propam, Dugaan Suap di Kasus Penipuan Rp2,3 Miliar
Selasa / 02-06-2026, 14:48 WIB
Samsung Galaxy A37 5G Tawarkan Umur Pakai Panjang di Tengah Persaingan Spesifikasi
Selasa / 02-06-2026, 14:48 WIB
Ismael Diaz Targetkan Kemenangan Perdana Panama di Piala Dunia 2026
Selasa / 02-06-2026, 14:48 WIB






