Heboh Kredit Bodong di Banyumas, 13 Pensiunan ASN Jadi Korban, Oknum Pegawai Mandiri Taspen Dipecat
Heboh Kredit Bodong di Banyumas, 13 Pensiunan ASN Jadi Korban, Oknum Pegawai Mandiri Taspen Dipecat
Kasus dugaan penipuan berkedok kredit kembali mencuat di Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 13 pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilaporkan mengalami kerugian setelah menjadi korban praktik yang diduga dilakukan seorang oknum pegawai Bank Mandiri Taspen.
Oknum tersebut diketahui berinisial D. Berdasarkan pengaduan yang diterima kuasa hukum para korban, nilai kerugian yang dialami para pensiunan sementara ini mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Kuasa hukum korban, Djoko Susanto, mengatakan jumlah pelapor masih berpotensi bertambah. Hingga saat ini, pihaknya telah menerima laporan dari 13 orang yang mengaku mengalami kerugian akibat modus yang sama.
"Per hari ini sudah ada 13 korban yang mengadu kepada kami dengan total kerugian keseluruhan sekitar Rp 1,8 miliar," kata Djoko.
Dalam praktiknya, para korban disebut dibujuk untuk mengajukan pinjaman dengan nominal besar. Proses pencairan kredit disebut berlangsung dalam waktu singkat dan dinilai tidak sesuai prosedur yang lazim diterapkan perbankan.
Selain menawarkan kredit yang diduga fiktif, pelaku juga diduga membawa kabur dana milik sejumlah nasabah.
>>> Mengapa Infinix GT 30 5G Layak Dilirik Gamer di Kelas Harga Rp3 Jutaan
Bank Akui Ada Dugaan Pelanggaran oleh Pegawai
Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Puguh Setiaris, membenarkan adanya temuan dugaan pelanggaran yang melibatkan pegawai berinisial D.
Menurut dia, hasil investigasi awal menunjukkan adanya penyalahgunaan aturan perbankan. Dugaan pelanggaran itu meliputi pemalsuan data, pemalsuan dokumen, hingga penawaran produk yang tidak pernah dimiliki oleh bank.
"Faktanya memang ada tindakan yang menyalahgunakan aturan perbankan kami sendiri, yaitu memalsukan beberapa data, memalsukan beberapa surat, dan juga menjual produk yang sebenarnya tidak ada di Bank Mandiri Taspen menggunakan branding Bank Mandiri Taspen," ujar Puguh.
Update Terbaru
Polisi Toronto Sita 16 Ribu Merchandise Sepak Bola Palsu Jelang Piala Dunia 2026
Selasa / 02-06-2026, 15:49 WIB
Neraca Dagang RI Surplus 72 Bulan Beruntun per April 2026
Selasa / 02-06-2026, 15:49 WIB
Jamkrida Sumbar Genjot Sektor Produktif 2026, Penjaminan Aman dan Cepat Cair
Selasa / 02-06-2026, 15:49 WIB
6 Pemain Bintang dengan Gaji Tertinggi di Piala Dunia 2026
Selasa / 02-06-2026, 15:44 WIB
23 Kode Redeem FC Mobile 2 Juni 2026: Klaim 5.000 Gems dan Voucher Gratis
Selasa / 02-06-2026, 15:44 WIB
Jadwal Cair Gaji ke-13 Tahun 2026 Resmi Juni, Skema Terbaru Masih Dikaji
Selasa / 02-06-2026, 15:44 WIB
Gangguan Teknis Anthropic Claude AI Kuras Kuota Pengguna Global
Selasa / 02-06-2026, 15:39 WIB
IHSG Melaju 1% ke 6.193, Rupiah Tertekan ke Rp 17.883/USD
Selasa / 02-06-2026, 15:39 WIB
Resmi! Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Whoosh 2026
Selasa / 02-06-2026, 15:39 WIB
RI Ranking 3 Dunia Penyakit Hati Kronis, Menkes Ungkap Pemicunya
Selasa / 02-06-2026, 15:34 WIB
PP 20 Tahun 2026 Terbit, Suap dan Gratifikasi Dilarang Jadi Pengurang Pajak
Selasa / 02-06-2026, 15:34 WIB
IHSG Sesi I 2026 Melesat, Asing Borong Deretan Saham Blue Chip
Selasa / 02-06-2026, 15:34 WIB
10 Negara dengan Warga Paling Jarang ke Luar Negeri, Indonesia Nomor 2
Selasa / 02-06-2026, 15:33 WIB
10 Ciri HP Diretas atau Terinfeksi Malware dan Cara Mengatasinya
Selasa / 02-06-2026, 15:33 WIB






