Akun TikTok Xander Dikecam Usai Konten 'Plenger' Diduga Singgung Anak Berkebutuhan Khusus
Akun TikTok Xander Dikecam Usai Konten 'Plenger' Diduga Singgung Anak Berkebutuhan Khusus
Perbincangan soal konten media sosial kembali ramai setelah akun TikTok Xander dengan nama pengguna @violettaxandrea menjadi sorotan warganet. Sejumlah unggahan yang menampilkan ekspresi yang dikenal dengan istilah "plenger" memicu kritik karena dinilai menyerupai kondisi yang dialami sebagian anak berkebutuhan khusus.
Polemik ini mencuat setelah sejumlah cuplikan video dari akun tersebut beredar luas di platform X pada 30 Mei 2026. Unggahan ulang itu memancing respons beragam, termasuk kritik terhadap penggunaan ekspresi yang dianggap tidak sensitif terhadap penyandang disabilitas.
Dalam berbagai video yang beredar, ekspresi tersebut tampak digunakan secara berulang, baik pada konten keseharian maupun materi promosi produk. Praktik itu kemudian memunculkan tudingan adanya unsur ableisme karena dianggap menjadikan karakteristik tertentu sebagai bahan hiburan dan identitas personal di media sosial.
Reaksi publik pun terus berkembang. Banyak pengguna media sosial menilai konten semacam itu berpotensi memperkuat stereotip terhadap kelompok penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki kondisi neurologis tertentu.
>>> Vidio Siarkan Eksklusif Tiga Kategori Timnas Indonesia Juni 2026
Konten kreator dan public speaker Sadam Permana turut menyampaikan keberatannya terhadap tren tersebut. Ia menilai ekspresi yang dijadikan bahan candaan itu tidak layak dipertontonkan sebagai hiburan.
"Ini nggak lucu sama sekali dan bukan bahan candaan. Sebagai pemilik tick disorder, jujur ini sangat menyinggung aku pribadi," ujar Sadam.
Menurutnya, maraknya konten yang mengarah pada ableisme dapat membuat perilaku serupa dianggap wajar oleh sebagian pengguna media sosial. Karena itu, ia mengingatkan para kreator agar mempertimbangkan dampak konten yang dibuat terhadap kelompok yang rentan menjadi sasaran stigma.
"Semakin sering konten-konten ini dibuat, semakib banyak orang yang menormalisasi tindakan yang salah seperti ini. Intinya apa, ketika memiliki media sosial, kita harus memiliki akal dan empati dalam membuat konten. Jangan sampai konten yang kita buat itu menyinggung orang lain," katanya.
Sampai Selasa, 2 Juni 2026, cuplikan video yang memperlihatkan konten akun TikTok Xander tersebut telah ditonton lebih dari 6,7 juta kali di platform X dan masih menjadi bahan perdebatan di media sosial.
Update Terbaru
Diperiksa 9 Jam sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tidak Ditahan
Sabtu / 18-07-2026, 04:44 WIB
Korea Selatan Tunda Uji Coba Roket Padat untuk Satelit Mata-mata
Sabtu / 18-07-2026, 04:44 WIB
Video Mencekam: Gempa Meksiko Picu Longsor Besar
Sabtu / 18-07-2026, 04:38 WIB
BP2MI Pulangkan 25.403 TKI Bermasalah Sepanjang 2025, 626 di Antaranya Jenazah
Sabtu / 18-07-2026, 04:35 WIB
Cara Mencuci Sayuran Hijau agar Aman Dikonsumsi, Jangan Cuma Dibilas
Sabtu / 18-07-2026, 04:35 WIB
Prabowo Kelakar soal Polri Tak Mau di Bawah Menhan
Sabtu / 18-07-2026, 04:35 WIB
Jadwal 2 Wakil Indonesia di Semifinal Japan Open 2026
Sabtu / 18-07-2026, 04:35 WIB
Patch Terbesar Slay the Spire 2 Hadirkan Relic Baru dan Penyesuaian Kartu
Sabtu / 18-07-2026, 04:29 WIB
Bethesda Umumkan Masa Depan Fallout dan The Elder Scrolls
Sabtu / 18-07-2026, 04:29 WIB
Jadwal Rilis Anime dan Manga di Amerika Utara, 12-18 Juli
Sabtu / 18-07-2026, 04:29 WIB
Inggris Panggil Henry Slade untuk Hadapi Fiji di Liverpool
Sabtu / 18-07-2026, 04:23 WIB
Phillips Law Group Masuk Jajaran Pengacara Kecelakaan Mobil Terbaik di Phoenix
Sabtu / 18-07-2026, 04:22 WIB
Bukan Cuma Mochi, Ini 5 Kuliner Legend Sukabumi yang Wajib Dicoba
Sabtu / 18-07-2026, 04:22 WIB
Bukan Cuma Gudeg dan Selat, Ini 5 Tempat Kuliner Legendaris Solo yang Bikin Ketagihan
Sabtu / 18-07-2026, 04:22 WIB







