Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi terbaru untuk Mei 2026. Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,08 persen, sementara inflasi bulanan berada di level 0,28 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama.

>>> Cara Resmi Cabut Status Lembaga Keuangan Pelapor CRS 2026, Terbaru dan Aman

Sektor ini menyumbang inflasi sebesar 0,39 persen dengan kontribusi 0,12 persen terhadap inflasi nasional.

Komoditas Pemicu Inflasi

Beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga signifikan. Cabai merah memberikan andil inflasi terbesar, yaitu 0,08 persen.

Minyak goreng dan bawang merah masing-masing menyumbang 0,04 persen. Tomat berkontribusi 0,03 persen, sedangkan beras sebesar 0,02 persen.

Di sektor energi dan transportasi, bahan bakar rumah tangga menyumbang 0,03 persen, bensin 0,02 persen, dan tarif angkutan udara 0,02 persen.

Sektor-sektor ini tetap memberikan tekanan pada indeks harga konsumen.

Komoditas yang Mengalami Deflasi

Meski secara umum terjadi kenaikan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen.

>>> Kendall Jenner dan Jacob Elordi Habiskan Waktu Bersama di Jepang, Foto Makan Malam Romantis Jadi Sorotan

Emas perhiasan juga menyumbang deflasi 0,06 persen, diikuti telur ayam ras sebesar 0,05 persen. Penurunan ini membantu menahan laju inflasi agar tidak melonjak terlalu tinggi.

Analisis Komponen Inflasi

Seluruh komponen penyusun inflasi mengalami kenaikan.

Inflasi inti tercatat 0,22 persen, harga yang diatur pemerintah naik 0,52 persen, dan harga bergejolak tumbuh 0,22 persen.

Komponen inti menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,14 persen.

Barang yang memicu inflasi inti antara lain minyak goreng, telepon seluler, laptop, pelumas mesin, dan jasa perawatan kendaraan.

Realisasi inflasi tahunan Mei 2026 sebesar 3,08 persen masih berada dalam rentang target Bank Indonesia yaitu 1,5-3,5 persen.

>>> IHSG Melejit 2% Pagi Ini, Ternyata Ini Pemicu Utamanya di Tahun 2026

Sementara asumsi APBN 2026 menetapkan target inflasi sebesar 2,5 persen.