Aktivitas mengamati lingkungan ini memberikan efek endorfin yang luar biasa bagi kesehatan mentalnya. Hal ini membuktikan bahwa manfaat lari tidak hanya terbatas pada kebugaran fisik.

Lari juga menjadi momen bagi Nadia untuk menyegarkan mata dan menjernihkan pikiran dari kepenatan.

Tak jarang ia memilih berhenti sejenak hanya untuk mengagumi keindahan langit biru atau hijaunya pepohonan.

Melalui kebiasaan sederhana tersebut, suasana hatinya bisa berubah menjadi jauh lebih bahagia. Baginya, kebahagiaan sejati sering ditemukan dalam hal-hal kecil dan sederhana seperti saat berlari.

Tantangan Hidup di Kota Besar

Nadia Mulya tidak memungkiri bahwa dinamika kehidupan di Jakarta sangat menantang secara fisik dan mental. Berkarier di industri hiburan menuntut energi besar dan waktu yang sering tidak menentu.

Masalah kemacetan lalu lintas telah menjadi bagian dari rutinitas harian yang tidak bisa dihindari. Dalam satu hari, Nadia bahkan harus berpindah-pindah lokasi kerja hingga ke empat titik berbeda.

Kecepatan hidup dan rotasi yang sangat tinggi di perkotaan ini berpotensi meningkatkan kadar hormon stres.

Oleh karena itu, lari menjadi penyelamat baginya untuk mendapatkan efek "endorphin rush" yang menenangkan.

>>> Ekspor Satu Pintu, Purbaya Hitung Potensi Cuan Tambahan Terbaru di 2026

Nadia meyakini bahwa kesehatan fisik sangat berkaitan erat dengan kondisi pikiran seseorang. Ia sering mendengar pendapat bahwa banyak sumber penyakit berawal dari pikiran yang tidak tenang.

Baginya, olahraga rutin merupakan salah satu benteng pertahanan paling ampuh menangkal dampak negatif stres. Hal ini ia sampaikan dalam konferensi pers ajang Great Eastern Women's Run 2026.

Mendukung Gerakan Lari dan Lingkungan

Sebagai bentuk dedikasinya pada gaya hidup sehat, Nadia Mulya secara terbuka mendukung Great Eastern Women's Run Indonesia 2026.