Teknologi keselamatan kendaraan terus berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Namun, tingkat perlindungan terhadap perempuan saat kecelakaan lalu lintas masih belum setara dengan laki-laki.

Sebuah studi dari Graz University of Technology (TU Graz) mengungkapkan bahwa perempuan memiliki risiko cedera hingga 60 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

>>> Pemutihan Pajak Kendaraan Juni 2026: Daftar Daerah dan Skema Keringanan

Temuan ini dikutip dari Otomotif berdasarkan penelitian tersebut.

Risiko tinggi ini tetap ada meskipun dalam banyak kasus, kecelakaan yang dialami perempuan terjadi pada kecepatan yang lebih rendah.

>>> Penjualan Stagnan, Masa Keemasan Mobil China Disebut Berakhir

Para peneliti menganalisis data kecelakaan di Austria dari tahun 2012 hingga 2024.

Metode Penelitian

Tim ahli kemudian merekonstruksi berbagai kasus kecelakaan melalui uji tabrak dan pemodelan manusia virtual. Tujuannya untuk memetakan pola cedera yang dialami korban.

>>> Hindari Potong Jalur Sembarangan di Jalan Tol untuk Cegah Tabrakan Beruntun

Hasilnya menunjukkan bahwa standar keselamatan otomotif saat ini belum cukup melindungi perempuan secara optimal. Studi ini menekankan perlunya pengembangan teknologi keselamatan yang lebih inklusif.