Perilaku berpindah lajur secara sembarangan masih sering terjadi di jalan tol. Manuver ini sangat berisiko dan dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Memotong jalur secara mendadak atau langsung memperlambat laju kendaraan setelah mendahului menjadi pemicu utama kecelakaan. Tidak jarang, tindakan ceroboh tersebut berujung pada insiden fatal seperti tabrakan beruntun.

>>> Penjualan Mobil Listrik April 2026 Melonjak 40 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Tiga Prinsip Dasar Sebelum Menyalip

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan bahwa pengendara harus memegang tiga patokan utama sebelum menyalip atau berpindah jalur.

Tiga prinsip tersebut meliputi Perlu, Benar, dan Aman.

"Pertama kita lihat perlu tidak? Kalau enggak perlu, enggak usah.

Kalau perlu, benar atau tidak? Artinya kecepatan kita atau lajur kita sudah benar enggak, dibenarkan tidak?

Kalau sudah, cek lagi aman tidak? Walaupun kita perlu, benar, tapi tidak aman, ya jangan," ujar Jusri.

Prosedur Aman Berpindah Lajur

Apabila ketiga pedoman telah terpenuhi, Jusri memaparkan prosedur standar operasional yang aman. Langkah pertama adalah memeriksa situasi di area belakang kendaraan.

>>> Polisi Berlakukan Lagi Ganjil Genap Jakarta Setelah Libur Pancasila

Pengemudi wajib memastikan kondisi ruang di belakang mobil benar-benar aman sebelum bermanuver. Langkah kedua yaitu mengaktifkan lampu sein sebagai isyarat komunikasi kepada pengendara lain.

Setelah lampu indikator menyala, pengendara dapat mulai menambah kecepatan secara bertahap. Langkah ketiga adalah memantau area lewat kaca spion tengah setelah berhasil melewati kendaraan lain.

Pengemudi dilarang langsung memotong jalur ke kiri sebelum melihat roda depan mobil yang baru disalip di spion tengah.

Hal itu sebagai tanda jarak aman.

Langkah terakhir berupa kembali ke lajur asal sambil mempertahankan kecepatan mobil. Pengendara kemudian menyalakan sein kiri, memeriksa area kiri kembali, lalu bergeser lajur secara halus.

Jusri juga memberikan catatan keras mengenai kesalahan fatal yang sering dilakukan pengemudi setelah menyalip, yaitu langsung menurunkan kecepatan.

>>> McLaren Artura 1000GP: Edisi Khusus Rayakan 1.000 Start Grand Prix

Kebiasaan ini harus dihindari demi keselamatan bersama.