"Jika ada sesuatu yang mulai muncul, kami akan segera menanganinya. Cara kami beroperasi adalah dengan keterbukaan, transparansi, dan dilakukan dengan segera," ujar Brown dikutip dari BBC.

Ia menambahkan bahwa jika ada tanda-tanda ketegangan, pihak manajemen akan segera turun tangan untuk melakukan mediasi.

Brown juga menyadari bahwa pandangan publik sering melihat konflik rekan setim sebagai sesuatu yang dramatis.

Berikut ringkasan sejarah persaingan internal di McLaren:

  • 1988-1989: Ayrton Senna vs Alain Prost – persaingan ikonik yang membagi tim.
  • 2007: Fernando Alonso vs Lewis Hamilton – kehilangan gelar juara dunia pembalap.
  • 2025: Lando Norris vs Oscar Piastri – manajemen terapkan transparansi total.

McLaren telah belajar dari pengalaman pahit masa lalu untuk mengelola talenta muda saat ini.

Saat ini, performa Lando Norris sedang berada di puncak setelah meraih kemenangan penting di beberapa seri sebelumnya.

Di sisi lain, Oscar Piastri terus membuktikan kapasitasnya sebagai pembalap muda berbakat yang mampu memberi tekanan konsisten kepada rekan setimnya.

Kematangan manajemen dalam mengelola ego kedua pembalap akan menjadi kunci bagi McLaren untuk mengakhiri puasa gelar.

>>> Strategi Rantai Pasok Hijau Berbasis Ekonomi Pancasila 2026

Fokus utama tetap pada meraih hasil terbaik tanpa mengulangi kesalahan fatal seperti musim 2007.