Semua kebijakan yang diambil dipastikan melewati proses penilaian objektif.

Dialog koordinasi dihadiri oleh manajemen PT GMM (Sri Emilia Mudiyanti dan Krisna Murtiyanto), Perum Bulog (Andin), perwakilan petani (Anton Sudibyo, Khoirul Anwar, Darmawan, Mulyadi), dan organisasi masyarakat Front Blora Selatan.

Pertemuan ini menjadi wadah bagi semua pihak untuk menyampaikan pandangan terkait operasional dan kesejahteraan petani.

Sinergi Menuju Ketahanan Pangan

Setelah dialog di kantor, manajemen PT GMM bersama perwakilan Bulog langsung menemui massa di lokasi aksi. Kehadiran mereka bertujuan memberikan penjelasan langsung mengenai teknis distribusi dan penyerapan tebu.

Perwakilan Perum Bulog, Andin, mengungkapkan bahwa pendataan awal distribusi tebu sudah dilakukan sejak pekan lalu. Hasil pantauan lapangan ini akan dibawa ke tingkat pusat untuk dikoordinasikan lebih lanjut.

PT GMM meyakini bahwa kolaborasi antara industri, petani, dan pemerintah merupakan kunci stabilitas ketahanan pangan nasional.

>>> Pembangunan Sekolah Rakyat Kulonprogo Dikebut, 1.200 Pekerja Resmi Dikerahkan 2026

Komunikasi yang sehat akan terus dijaga demi mewujudkan kesejahteraan petani tebu di Indonesia secara berkelanjutan.