Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, saat ini dipacu pengerjaannya.

Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera digunakan sesuai jadwal.

>>> 5 Penyebab Ilmiah Muka Boros yang Jarang Disadari, Ternyata Mengejutkan!

Sebanyak 1.200 tenaga kerja telah diterjunkan ke lokasi proyek untuk mengejar target penyelesaian. Pemerintah menargetkan seluruh proses konstruksi rampung pada 20 Juni 2026.

Strategi Percepatan Konstruksi

Berbagai strategi percepatan diterapkan, mulai dari penambahan personel hingga pengawasan lebih ketat. Salah satu langkah utama adalah penerapan sistem kerja tiga shift selama 24 jam nonstop.

Sistem kerja lembur seharian penuh ini difokuskan pada titik konstruksi krusial. Dengan pembagian waktu kerja yang efisien, progres fisik bangunan diharapkan meningkat signifikan setiap harinya.

Ketua Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY, Sri Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh elemen yang terlibat kini fokus menepati tenggat waktu.

Meskipun pekerjaan dilakukan cepat, aspek kualitas tidak akan dikorbankan.

Evaluasi rutin dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi hambatan sedini mungkin.

Beberapa langkah taktis yang diambil antara lain menambah tenaga kerja hingga 1.200 orang, menerapkan pola kerja tiga shift, mengawasi distribusi material secara real time, dan memangkas hambatan birokrasi.

Melalui manajemen proyek yang agresif, sinkronisasi antara penyedia material, arsitek, dan pekerja lapangan berjalan lancar. Deviasi progres mingguan selalu menunjukkan tren lebih cepat dari rencana awal.

"Kami tidak ingin membuang waktu.

Target kami jelas, yaitu melakukan percepatan di semua lini tanpa mengurangi standar kualitas bangunan," tegas Sri Wahyudi pada Senin (1/6/2026).

Fasilitas Ramah Lingkungan

Sekolah Rakyat Gulurejo tidak hanya dirancang sebagai pusat edukasi, tetapi juga membawa misi pelestarian lingkungan. Konsep pembangunan ini mengedepankan aspek keberlanjutan.